Pedagang di Destinasi Wisata Berharap Pemerintah Membuka Aktivitas Pariwisata | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 28 Oktober 2020
Diposting : 29 June 2020 18:21
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / JARAK AMAN - Pedagang dan pemilik kursi pantai menata jarak aman menjelang dibukanya aktivitas pariwisata untuk warga lokal

balitribune.co.id | BadungMenjelang pembukaan pariwisata Bali bagi warga lokal yang direncanakan pada 9 Juli 2020 mendatang, pengelola destinasi wisata di Kabupaten Badung mulai berbenah dan menyediakan berbagai fasilitas protokol kesehatan era New Normal atau kenormalan baru. 

Salah satunya adalah di destinasi Pantai Pandawa. Pantai yang menjadi favorit wisatawan domestik dan mancanegara sebelum pandemi Covid-19 merebak di Bali, saat ini telah dilakukan penambahan fasilitas kenormalan baru seperti tempat cuci tangan, dan menjaga jarak kursi pantai agar tidak saling berdekatan. 

Pengelola berupaya menerapkan cleanliness, health, and safety sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Rencana dibukanya kembali destinasi Pantai Pandawa yang telah ditutup sementara sejak Maret 2020 lalu, menjadi harapan sejumlah pemilik warung di sekitar Pantai Pandawa, Ungasan Kabupaten Badung.

Mereka berharap destinasi wisata ini dapat dibuka kembali, sehingga bisa melakukan aktivitas ekonomi di Pantai Pandawa. Pedagang pun mengaku sejak pantai ditutup dan tidak menerima kunjungan, para pedagang tidak memiliki penghasilan. Bahkan ada yang memilih untuk beralih memelihara sapi agar mampu menghasilkan uang selama usahanya tidak beroperasional. 

Sejak ditutup pada pertengahan Maret 2020 lalu, pemilik warung mengaku tak lagi memiliki pendapatan karena penghasilannya selama ini bergantung dari sektor pariwisata. Seperti disampaikan Made Dadit, salah seorang pemilik warung di Pantai Pandawa beberapa waktu lalu. 

"Saya siap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 apabila pemerintah membuka kembali aktivitas di Pantai Pandawa," katanya. 

Aturan jarak aman sebagai penerapan protokol kesehatan juga membuat para pedagang terpaksa harus mengatur ulang penataan kursi maupun meja dagangannya. Pengaturan kursi dan meja yang sedemikian rupa, para pedagang memperkirakan pendapatan mereka akan menurun karena adanya pengurangan kapasitas tempat duduk bagi pengunjung.