Pelita Puja Sambut Waisak 2565 Digelar dengan Prokes Ketat | Bali Tribune
Diposting : 27 May 2021 04:52
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / PELITA PUJA - Sejumlah umat Buddha saat mengikuti Pelita Puja sambut perayaan Waisak

balitribune.co.id | Kuta – Peringatan menjelang Hari Tri Suci Waisak 2565 dilaksanakan umat Buddha di salah satu Vihara di Kuta Kabupaten Badung. Berlangsung pada Selasa malam (25/5) umat melakukan Pelita Puja menyambut detik - detik Waisak yang jatuh pada Rabu (26/5) di Vihara Buddha Dharma.

Menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat di masa pandemi Covid-19 dengan membatasi jumlah peserta dan menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, puluhan umat Buddha di Vihara Buddha Dharma mengikuti Pelita Puja. Suasana hening menyelimuti ritual Pelita Puja yang bertujuan untuk memberikan penerangan kepada umat supaya di kehidupan ini selalu berperilaku baik. 

Ritual Pelita Puja ditandai dengan penyalaan ratusan lilin pelita mengelilingi tiga Patung Buddha. Dipimpin yang mulia Bhikku Bhadra Vardhana, umat mengawali persembahyangan dengan melakukan Pradaksina. Yaitu membawa dupa dan bunga mengelilingi Vihara searah jarum jam sebanyak 3 kali. 

"Diiringi lantunan Paritta, berkeliling Vihara ini merupakan bentuk penghormatan umat yang ditujukan kepada Sang Buddha Gautama. Pada masa pandemi ini, durasi Pelita Puja kami perpendek dari biasanya 2 jam menjadi 1 jam. Begitupun jumlah peserta maksimal 45 orang yang biasanya dalam kondisi normal sebanyak 100 orang," jelas Bhikku Bhadra Vardhana. 

Usai mengelilingi Vihara, dilanjutkan dengan pengucapan Lima Sila dan Trisarana sebagai pernyataan permohonan perlindungan kepada Buddha, Dhama dan Sangha. Usai meditasi, Bhikku memberikan Dhammadesana atau uraian Dhamma  mengenai ajaran kebenaran. 

"Melalui Pelita Puja diharapkan umat senantiasa melakukan kebajikan untuk menerangi kegelapan semasa hidup, sesuai ajaran Dharma yang diberikan oleh Sang Buddha," harapnya. 

Terkait peringatan Hari Tri Suci Waisak 2565 tahun 2021 Masehi ini mengambil tema Eling dan waspada untuk membangun kepedulian sosial. Tema tersebut dimaksudkan agar umat Buddha hendaknya tetap mengembangkan kesadaraan dan kepedulian sosial dalam menghadapi situasi yang serba sulit, seperti kondisi pandemi Covid-19 yang dialami saat ini.

Hukum & Kriminal

Terpopuler