Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pencurian Pratima Marak, Bupati Tamba : Tingkatkan Keamanan Kawasan Suci

Bali Tribune / Bupati Jembrana, I Nengah Tamba saat menghadiri pelantikan Prajuru Desa Adat Banyubiru Minggu (28/3).

balitribune.co.id | Negara - Kejadian pencurian pratima juga sempat terjadi di Jembrana. Kini pihak desa adat dan pengempon pura diajak untuk lebih memperhatikan keamanan di kawasan tempat suci. Salah satunya disarankan untuk memasang kamera pengaman (CCTV) di areal pura.

Upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi perhatian serius pimpinan daerah di Jembrana. Termasuk juga persoalan keamanan di kawasan suci atau tempat ibadah. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba menyoroti adanya kasus pencurian pratima yang juga sempat terjadi di Jembrana. Pihaknya mengingatkan prajuru adat maupun pengempon pura di Jembrana untuk meningkatkan keamanan di kawasan suci.

Bupati Tamba saat menghadiri pengukuhan Prajuru Desa Adat Banyubiru di Pura Puseh lan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara Minggu (28/3) meminta Prajuru serta pengempon pura untuk memberi perhatian pada keamanan di kawasan suci. “Jangan lupa keamanan pura, banyak kasus pratima di curi, bila perlu nanti tiap pura desa kita isi CCTV,” ujarnya di damping Bedesa Madya Majelis Desa Pakraman Kabupaten Jembrana, I Nengah Subagia.

Selain persoalan keamanan, prajuru desa adat dan pengempon pura juga diminta selalu mempehatikan kebersihan pura. Pihaknya berharap kebersihan pura dilakukan secara berkelanjutan, "selalu jaga kebersihan pura, jangan hanya dibersihkan saat mau upacara saja. Tempat ibadah harus selalu bersih” tegasnya. Selain Desa Adat Banyubiru, ada enam  desa adat di Kabupaten Jembrana yang juga melaksanakan pengukuhan prajuru desa adat.

Desa adat yang juga melaksanakan pengukuhan bendesa dan prajuru adat pada rahinan purnama sasih kedasa, Minggu kemarin yakni Juwuk Manis Pekutatan, Desa Adat Kedisan Mendoyo, Desa Adat Sumbul Yehembang Kangin Mendoyo, Desa Adat Yehbuah Mendoyo, Desa Adat Giri Utama Desa Penyaringan Mendoyo dan Desa Adat Pengeragoan Pekutatan. Baik prajuru adat maupun perangkat desa/kelurahan kini diharapkan bersinergi.  

Seluruh aparat di desa/kelurahan dan prajuru adat diminta agar aktif mengawal kesejahteraan masyarakat di tingkat rumah tangga. "Prebekel, bendesa dan unsur-unsur desa harus aktif mengawal masyarakat agar produktif, kurangi  hal-hal yang tidak produktif, apalagi bahas gosip-gosip politik yang ujung-ujungnya memecah belah masyarakat, ingatkan masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanan sayuran dan buah, " jelasnya.

Sementara Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, Nengah Subagia berharap agar prajuru adat di Jembrana selalu bersinergi dengan program desa dinas dan menjaga komunikasi yang baik antar prajuru maupun perangkat desa dinas. "Selalu jaga komunikasi, sinergikan program desa dinas dengan desa adat. Serta tak lupa saya ingatkan lagi penerapan protokol kesehatan di masyarakat," ujarnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.