Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Penghuni Asrama Polres Bangli Jadi Korban Gigitan Anjing Liar

Bali Tribune / DIGIGIT - Korban DS setelah dapat penanganan medis pasca-digigit anjing liar.

balitribune.co.id | Bangli - Nasib apes dialami DS (6) anak anggota Polri yang tinggal di Asrama Polres Bangli. Bocah kelas 2 SD ini jadi korban gigitan anjing liar yang berkeliaran di komplek asrama pada Sabtu (11/2) sekitar pukul 10.00 wita. Korban yang mengalami luka cukup serius pada bagian bawah mata sebelah kiri langsung dilarikan ke RS Bangli. Karena luka yang cukup lebar wajah korban dapat 8 jaritan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Sudarma saat dikonfirmasi membenarkan kejadian yang menimpa salah satu anak anggota Polres Bangli. “Korban sudah mendapat penanganan sesuai protap,” ujarnya, Senin (13/2).

Melihat kondisi luka  memang berada pada daerah resiko tinggi, sehingga korban  segera diberikan Serum Anti Rabies (SAR). Untuk mendapatkan SAR, harus didatangkan dari provinsi. ”Stok SAR ada di Dinas Kesehatan Provinsi, korban sudah dapat SAR,” jelasnya.

Kepastian apakah anjing liar yang gigit korban rabies atau tidak, belum dapat dipastikan karena setelah menggigit korban anjing  berwarna hitam tersebut kabur.

Terpisah Kepala Sub Kordinator Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) BanglI, I Made Armana mengatakan setelah mendapat laporan terjadinya bocah digigit anjing liar di areal asrama Polres Bangli, tim dari Dinas PKP turun ke lokasi. Dari hasil penelusuran belum ditemukan anjing yang menggigit korban. "Memastikan apakah anjing yang gigit korban terpapar rabies anjing tersebut harus dieliminasi dan diambil sampel otak untuk diteliti, namun  anjing  yang gigit korban tidak ditemukan karena sehabis menggigit langsung kabur,” ungkapnya.

Kata  Made Armana,  korban sudah mendapat penanganan medis dan telah mendapat SAR.  Disinggung jumlah kasus anjing positif rabies dari Januari hingga memasuki pertengan bulan Februari, kata Made Armana sebanyak 7 kasus. Menekan laju kasus rabies tidak hanya lewat vaksinasi, namun dibutuhkan  peran serta masyarakat yakni dalam memelihara anjing agar dirawat dengan baik. ”Memelihara anjing jangan diliarkan dan lakukan vaksinasi secara berkala ,” ujarnya. 

wartawan
SAM
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.