Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Sektor Pariwisata Harus Digerakkan

Bali Tribune / KUNJUNGAN - Kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Bali ke Dinas Pariwisata Buleleng.
 
balitribune.co.id | Singaraja - Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Dr I Nyoman Sugawa Korry, mengatakan, pandemi Covid-19 merupakan sebuah keniscayaan. Karena itu, sudah tidak tepat lagi mempertentangkan soal mau hidup atau membuka aktivitas ekonomi. Semua harus sepakat beradaptasi dengan wabah global ini.
 
"Covid-19 ini merupakan sebuah keniscayaan. Kita tidak bisa mempertentangkan mau sehat atau buka aktivitas ekonomi. Kita bersama sepakat bahwa kita harus beradaptasi dengan Covid-19. Ini artinya, kita harus sehat dan ekonomi harus mulai digerakkan, termasuk sektor pariwisata," kata Sugawa Korry, saat kunjungan bersama Komisi II DPRD Provinsi Bali ke Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Kamis (18/6/2020).
 
Menurut dia, saat ini dalam Triwulan I pertumbuhan ekonomi -1,14 persen. Bahkan diperkirakan dalam Triwulan II kondisi ini masih berlanjut. Kondisi seperti ini, demikian Sugawa Korry, harus segera diatasi. 
 
"Karena kalau terus berlanjut, akan berdampak sangat tidak baik. Sebab dampak ikutannya bisa menyusul, seperti dampak sosial, keamanan dan politik," tandas Sugawa Korry, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini.
 
Utk itu, demikian politikus asal Buleleng ini, pariwisata sebagai salah satu sektor dominan di Bali, harus segera mempersiapkan diri. Sektor ini mesti digerakkan, sejalan dengan kebijakan pemerintah dan SOP Covid-19.
 
"Sebagai sektor yang mendominasi di Bali, pariwisata harus disiapkan untuk digerakkan. Tentunya tetap dengan SOP Covid-19," tegas Sugawa Korry.
 
Hal tak jauh berbeda disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali IGK Kresna Budi. Dikatakan, komisi yang dinakhodainya intensif mencari masukan ke seluruh kota dan kabupaten di Bali terkait rencana membuka kembali destinasi pariwisata di daerah masing-masing untuk selanjutnya menjadi rekomendasi DPRD Provinsi Bali.
 
"Kita optimis sektor pariwisata segera reborn. Itu sebabnya kita mencari masukan ke kota dan kabupaten, tentang rencana untuk membuka kembali destinasi pariwisata," tutur Kresna Budi, yang didampingi anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali AA Ngurah Adhi Ardana dan Gede Kusuma Putra.
wartawan
San Edison
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.