Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Piodalan di Pura Samuantiga, Krama Istri Bergilir Kelola Sampah

Kelola sampah
Bali Tribune / KELOLA SAMPAH - Krama Istri Pengempon Pura Samuantiga bergiliran kelola sampah selama Piodalan.

balitribune.co.id I Gianyar - Tidak hanya dalam urusan kelengkapan upacara,  krama istri pengempon pura Samuantiga, Bedulu, Blahbatuh, juga berperan aktif dalam pengolaan sampah. Terlebih, peningkatan volume sampah upacara  dalam pelaksanaan  Piodalan di Pura Kahyangan ini sangat signifikan.  Inovasi  panitia melibatkan  krama istri dan juga siswa pun menjadikan kawasan Pura tetap bersih.

Peningkatan volume sampah signifikan mulai pelaksanaan upacara yang dimulai sejak 2 Mei  dan dipresiksi hingga Ida Bhatara masineb pada 14 Mei. Dimana  produksi sampah dari sisa sarana upacara seperti daun janur dan perlengkapan lainnya mencapai sekitar tiga truk setiap harinya. Sampah tersebut tersebar di berbagai area pura, mulai dari utama mandala, jaba tengah hingga seluruh kawasan pura.

Petajuh Bendesa Pura Samuantiga, I Made Sweca Padang, Senin (4/3/2026) menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat terutamanya Krama istri  dan pelajar menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah selama piodalan berlangsung. Tercatat, krama istri dari sebelas banjar adat pengempon pura  dilibatkan secara bergiliran. Mereka bersama-sama melakukan pemilahan dan pengumpulan sampah di seluruh area pura setiap harinya.

Selain itu, siswa dari 17 sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta di wilayah Desa Bedulu dan sekitarnya, turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Upaya pengendalian sampah juga dilakukan melalui imbauan dan sosialisasi kepada para pemedek agar tidak menggunakan tas kresek selama mengikuti rangkaian upacara. Langkah ini dinilai efektif dalam menekan volume sampah, khususnya sampah plastik sekali pakai.

Meski demikian, sampah yang dihasilkan masih didominasi oleh sampah organik dari sisa upacara. Untuk penanganannya, panitia bekerja sama dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) milik Pemerintah Desa Bedulu. Sampah tersebut selanjutnya diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.

Melalui kolaborasi antara panitia, pelajar, dan masyarakat adat, pelaksanaan upacara besar di Pura Samuantiga tetap dapat berlangsung dengan lingkungan yang bersih dan tertata, sekaligus memberikan edukasi langsung kepada generasi muda tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber. 

wartawan
ATA
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Ancam Cabut Izin Usaha Besar yang Abaikan Produk Lokal

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung menyiapkan aturan yang mewajibkan pelaku usaha besar, khususnya sektor pariwisata, menggunakan produk unggulan lokal. Pelaku usaha yang mengabaikan kewajiban tersebut nantinya dapat dikenai sanksi administratif secara bertahap hingga rekomendasi pencabutan izin usaha.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diklaim Efektif Cegah Kebakaran, Controlled Landfill TPA Mandung Capai 70 Persen

balitribune.co.id I Tabanan - Penerapan metode pengurugan secara terkendali (controlled landfill) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, menunjukkan progres signifikan. Hingga kini, progres pengerjaannya telah mencapai 70 persen.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.