Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PRG - Suasana Pasar Rakyat Gianyar, ratusan pedagang tetap tidak berjualan.

Bali Tribune/ Di SP3, Ratusan Pedagang PRG Tak Juga Berjualan



balitribune.co.id | Gianyar - Jika peluang tidak menjanjikan, pedagang tidak bisa dipaksa untuk tetap berjualan. Hal ini terjadi di Pasar Rakyat Gianyar (PRG). Ratusan pedagang tetap ogah berjualan dan memilih berjualan ke tempat alternatif lainnya karena di tempatnya yang baru ini, sementara ini belum memenuhi target penjualan. Hingga diganjar Surat Peringatan ketiga (SP3) pun pedagang ini tetap ogah berjualan.

Kondisi ini membuat Disperindag Gianyar harus melakukan berbagai upaya. Sejumlah upaya dilakukan agar seluruh pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Umum Gianyar agar kembali berjualan di gedung yang anyar. Namun kenyataannya, sampai warning ketiga, masih ada 707 pedagang dari 1.841 pedagang yang belum berjualan.

Kepala Pasar Rakyat Gianyar, Nengah Mawa Arnata, Senin (6/9) menjelaskan sejak pemberian warning pertama sampai ketiga, hanya sedikit pedagang yang mengindahkan surat peringatan tersebut.

"Ketika diberikan warning pertama, banyak yang mau jualan, dan ketika warning ketiga hanya sedikit yang mengindahkan warning tersebut. Sedangkan untuk tetap ramai dan berjualan pedagang, seluruh pedagang yang masih berjualan di luar PRG sudah diminta berjualan di PRG.

"Kami di PRG sudah berusaha, namun untuk keseriusan dan hak pedagang, maka usulan kami hak berjualan mereka akan dicabut," jelas Mawa Arnata. Walau demikian, pencabutan hak berjualan kepada 707 pedagang masih menunggu keputusan pimpinan.
Dari data yang dibeber, jumlah toko sebanyak 143 yang belum berjualan sebanyak 91 pedagang. Kios sebanyak 18, yang belum berjualan sebanyak 18, Lantai dasar sebanyak 254 lapak yang belum berjualan sebanyak 30 pedagang. Pada lantai 1, dari 320 tempat belum terisi sebanyak 178.

Pada lantai 2, dari 322 tempat yang belum terisi 117. Di lantai 3 dari 322 tempat yang belum terisi sebanyak 241. Dan pada lantai 4 dari 382 tempat yang belum terisi sebanyak 65 tempat. "Keseluruhan tempat sebanyak 1.841 dan terisi sebanyak 1.134 dan tidak terisi 707 tempat," jelasnya.
Lanjutnya,  laporan ini sudah dikirim ke Disperindag untuk mendapat tindak lanjut. Namun dirinya yakin, di awal-awall konsumen tidak datang. Butuh waktu dua sampai 3 tahun baru ramai.

"Keputusan akhir ada di Kepala Dinas, kalau dicabut, maka kami akan membuat kajian lagi bagaimana mencari 707 pedagang baru," jelasnya.
Kadisperindag Gianyar, Luh Gede Eka Suary ketika diminta komentarnya menjelaskan, secara lisan sudah dilaporkan kondisi pedagang di PRG. Tindakan yang akan diambil segera, guna keseluruhan pedagang bisa berjualan.

"Dari laporan resmi itu, kami akan mohon petunjuk bapak Bupati, apakah akan dicabut atau tindakan lain," pungkasnya.

wartawan
ATA
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terkait Rekrut Direksi Perumda Pasar dan Pangan MGS, Komisi III Berharap Segera Ada Direksi Definitif

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung akan membuka rekrutmen Direksi Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung. Pendaftaran untuk posisi Direktur Utama, Direktur Umum, serta Dewan Pengawas dijadwalkan berlangsung pada 15–19 Desember 2025.

Perekrutan jajaran direksi dan Dewan ini mendapat sambutan baik dari Ketua Komisi III DPRD Badung I Made Ponda Wirawan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ponda Wirawan Hadiri Karya Pedudusan Agung di Pura Dalem Desa Banjar Aseman Abiansemal

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua Komisi III DPRD Badung I Made Ponda Wirawan mendampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Mepadudusan Agung, Mapeselang, Mepedanan, Medasar Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem Desa Banjar Aseman, Desa Adat Abiansemal, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (28/11/2025). Hadir Perbekel Desa Abiansemal IB. Bisma Wikrama, Bendesa Adat Abiansemal IB.

Baca Selengkapnya icon click

Dua Kelompok Orang Asing Jadi Fokus Pengawasan Imigrasi

balitribune.co.id | Mangupura - Kebijakan keimigrasian di Bali menghadapi tantangan multidimensi yang kompleks, berbenturan antara tuntutan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi pariwisata dan keharusan menegakkan kedaulatan negara, hukum, serta norma budaya. Dinamika ini menempatkan Direktorat Jenderal Imigrasi pada posisi dilematis ditengah derasnya arus globalisasi dan ancaman transnasional. Hal tersebut diungkapkan Plt.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.