Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pulau Peninsula Akan Dikembangkan menjadi Destinasi Wisata Musik

Bali Tribune/ MUSIK - BBF salah satu konsep music tourism yang mulai dikembangkan di Nusa Dua, Badung
balitribune.co.id | Nusa Dua - Pengelola kawasan Nusa Dua, Badung berkeinginan untuk menggarap potensi music tourism atau wisata musik yang mampu menarik kedatangan wisatawan domestik dan mancanegara. Salah satu konsep music tourism yang sudah mulai digarap oleh pengelola kawasan adalah Bali Blues Festival (BBF).
 
Festival musik bergenre blues itu ternyata banyak diminati oleh anak-anak muda yang baru belajar sebagai musisi. Sehingga event pariwisata ini ke depannya akan terus dikembangkan agar semakin menyedot kunjungan wisatawan ke Pulau Peninsula Nusa Dua. Demikian disampaikan Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan saat pembukaan BBF 2019 di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Badung, Sabtu (13/7).
 
ita ingin pariwisata itu tidak sekadar alam, budaya dan atraksi-atraksi mind made atau buatan dari pikiran manusia seperti GWK tapi kita juga ingin musik dikembangkan," katanya.
 
Pasalnya penggemar musik ada di seluruh negara di dunia, peluang untuk mendatangkan mereka ke Bali pun cukup tinggi. Apalagi nantinya wisatawan mengenal Bali dengan branding music tourism, hal tersebut akan semakin memperkuat pulau ini sebagai destinasi internasional dengan berbagai atraksi wisata mulai dari budaya, alam, kuliner, buatan manusia, musik, olahraga dan lainnya. 
 
"Jika dilihat dari apa yang ada di kawasan Nusa Dua agak sulit mengembangkan sport tourism di outdoor karena keterbatasan lahan. Namun di Mandalika ini memungkinkan. Sehingga yang bisa kita lakukan di kawasan Nusa Dua adalah atraksi-atraksi berbasis budaya dan konser musik dan sejenisnya," jelas Wirawan. 
 
Namun kata dia untuk mengembangkan music tourism ini diperlukan dukungan dari seluruh stakeholders (musisi Bali dan masyarakat) serta pemerintah daerah dan pusat. "Kami perlu dukungan untuk membranding Bali Blues Festival sebagai tradisi di Bali," harapnya.
 
Lebih lanjut Wirawan mengatakan, terkait BBF nantinya akan menjadi music tourism kebanggaan masyarakat Bali yang ada di Nusa Dua. Sebab untuk jenis musik lainnya sudah menjadi branding daerah lain seperti Java Jazz di Jakarta dan Prambanan juga memiliki Jazz sendiri. 
 
"Nah, Blues ini menurut saya bisa menjadi brandingnya Bali. Mari kita sama-sama gotong royong membranding Bali sebagai destinasi wisata musik, paling tidak kita sudah mulai dari 5 tahun ada Blues. Jangan sampai hilang. Kita di ITDC menyediakan tempat dan pihak lain mengundang pemusik dan mencarikan sponsor. Kita harus bisa mengejar Bali Blues itu nasional dan dunia," jelasnya. 
 
Wirawan berharap ke depan pelaksanaan BBF makin banyak mendatangkan wisatawan dengan meningkatkan promosi dan sosialisasi karena kenyataannya berdasarkan evaluasi belum banyak yang tahu di Bali ada Festival Blues. "Jika jauh sebelumnya sudah disebarluaskan di media sosial, Bali Blues tahun depan pasti orang akan berduyun-duyun datang ke Bali nonton," cetusnya. (u)
wartawan
Ayu Eka Agustini

Tok! Polresta Denpasar Larang Kembang Api di Malam Tahun Baru, Izin yang Sudah Terbit Akan Dicabut

balitribune.co.id | Denpasar - Warga Denpasar dipastikan tidak akan disuguhi pesta kembang api pada pergantian malam pergantian Tahun Baru 2026. Seiring pihak kepolisian Polresta Denpasar menegaskan tidak akan memberikan izin yang dikeluarkan untuk penggunaan kembang api. Kepastian ini disampaikan Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi menyusul terbitnya instruksi dari Kapolri Jenderal Pol.

Baca Selengkapnya icon click

Laksanakan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, Gubernur Koster Matur Piuning di Pura Besakih

balitribune.co.id | Amlapura - Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Pemprov Bali, Rabu (24/12/2025) pagi melaksanakan persembahyangan bersama sekaligus prosesi Matur Piuning di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, sebagai penanda diresmikannya pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tren Pariwisata Global 2026, Wisatawan Menghindari Destinasi Padat

balitribune.co.id | Mangupura - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia melihat tren wisata global pada tahun 2026 cenderung untuk melepaskan diri dari stres. Orang-orang dari berbagai negara akan mencari tempat wisata atau destinasi yang benar-benar menghadirkan ketenangan dan pemulihan mental.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.