Pulihkan Tata Kelola Pariwisata Bali, Bank Indonesia Gelontor Bantuan Covid-19 di Ubud | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 28 Oktober 2021
Diposting : 20 September 2021 22:40
ARW - Bali Tribune
Bali Tribune / Trisno Nugroho dan I Made Rentin

balitribune.co.id | GianyarUpaya pemulihan perekonomian Bali yang terpuruk akibat Covid-19 terus diupayakan berbagai pihak. Musababnya, sektor pariwisata Bali yang selama ini digadang-gadang sebagai primadona, ternyata begitu rentan dan tak berdaya ketika dihantam Pandemi Covid-19.

Lantaran itulah lantas Bank Indonesia yang didorong Komisi XI DPR RI lantas turun di Ubud, Gianyar untuk memberikan bantuan sembako, tabung oksigen di Puri Kauhan Ubud, Senin (20/9), juga pemberian pakan satwa di tiga tempat, serta digitalisasi UMKM di Ubud.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Bali-Nusra,  Trisno Nugroho menyampaikan,  tolok ukur pemulihan perekonomian Bali bisa ditandai dengan akan adanya agenda besar di tahun 2022, dengan digelarnya G20. Apalagi Desember 2021 berbagai rangkain agenda sudah akan dilaksanakan.

Lantaran itulah ia berpesan bagaimana masyarakat Bali khususnya, tetap patuh pada Prokes Covid-19, jangan lengah. Pun demikian bantuan oksigen yang diberikan kepada RS Sanjiwani di Gianyar sebanyak 40 tabung oksigen sebagai bentuk antisipatif, meskipun Covid sudah mulai agak melandai. "Berbagai upaya kita lakukan untuk memulihkan kepercayaan dunia luar dalam rangka pemulihan pariwisata Bali," ujar Trisno Nugroho. Tata kelola yang dilakukan lebih awal jauh lebih bagus, sebagai persiapan Bali membuka pariwisatanya, serta menumbuhkan kepercayaan dunia luar, sambungnya.

Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali I Made Rentin, yang hadir dalam kegiatan ini menjelaskan kondisi terkini Covid-19 di Bali dengan mengatakan, sudah empat minggu terakhir melandai atau relatif turun signifikan. "Hal ini ditandai dengan dua hal. Pertama, kasus harian yang relatif rendah selalu konsisten di bawah angka dua ratus," tukasnya.

Tentu menurutnya hal ini upaya penanganannya lebih baik didukung oleh masyarakat yang selalu patuh pada Prokes Covid-19.
"Prokes harga mati, dan yang kedua maksimalkan capain vaksin yang ditetapkan pemerintah," imbuhnya.

Terkait adanya wacana Ganjil-Genap (Gage) kendaraan yang akan menuju beberapa daerah tujuan wisata, Rentin menyebutkan akan ada pembahasan lebih lanjut terkait hal itu sembari menunggu Surat Edaran (SE) Gubernur Bali. "Detailnya seperti apa, serta bagaimana sasaran terapannya. Intinya bagaimana nantinya bisa mengurai kerumunan, jangan sampai dibuka daerah tujuan wisatanya dibarengi dengan melonjaknya kasus Covid-19," tutur Rentin.

Usai mengunjungi objek wisata “Monkey Forest” Ubud,  Menteri BUMN, Erick Tohir  didampingi Kordinator Staff Khusus Presiden RI, AAGN Ari Dwipayana yang  juga hadir dalam penyerahan bantuan di Ubud menyampaikan, keberhasilan penanganan Covid-19 bisa dilihat dari 2 hal yaitu, vaksinasi dan memakai masker. “Dua hal ini kerap digulirkan Bapak Presiden dalam setiap kesempatan. Jadi kita harus bergotong-royong,” katanya mengingatkan.

Apalagi dengan populasi di Bali yang sudah sangat tinggi, vaksinasinya juga sudah, masyarakatnya disiplin, sekarang coba ditingkatkan lagi dengan “test dan tracing” aplikasi peduli lindungi. “Hal ini dipandang penting menuju ‘Bali Bangkit’ apalagi G20 akan hadir di Bali, delegasi negara-negara peserta akan berdatangan di bulan November,” tambahnya.

Erick berujar, lonjakan pasti ada yang penting katanya terkontrol, jangan kira akan nol, negara-negara lain juga ada lonjakkan tapi terkontrol. Ia juga mengaku telah memastikan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk harus audah 2 kali vaksin. “Kontrol juga menggunakan aplikaai peduli lindungi, naik-turun fery harus prokes,” tandasnya.

Ia juga menyinggung rencana pembangunan rumah sakit internasional di daerah Sanur. Menurutnya, pembangunan itu bagian dari ekosistem pariwisata Bali yang harus bertumbuh. “Terima kasih kepada masyarakat yang luar biasa dengan adat budayanya yang memiliki daya tarik tersendiri, belum lagi kedisplinan dan cintanya pada lingkungan,” katanya.

Namun katanya, ada potensi lain yang bisa dibangun dari Bali, 600 ribu orang Indonesia berobat ke luar negeri. Jadi ketika rumah sakit itu terbangun tidak perlu yang 600 ribu itu pergi ke luar negeri. “Ya, ke Bali Saja,” harapnya. Seraya mengungkapkan pihaknya bekerjasama dengan rumah sakit kanker terbesar di dunia. Bahkan telah menetapkan kawasan ekonomi khusus. “Rumah sakit ini tidak ‘pure’ komersil, tapi bersama-sama membangun “research and development’ di Indonesia. Target kita 2023,” ungkapnya lagi.

Namun demikian akhir kunjungan Erick Tohir di “Monkey Forest” tercoreng yang diwarnai insiden kecil antara wartawan yang meliput dan oknum protokol yang menyertai Menteri BUMN tersebut. Dimana oknum tersebut sempat menarik baju bahkan membentak wartawan yang tengah melakukan wawancara dengan Menteri BUMN. Bukan itu saja oknum protokol ini juga melakukan “diskriminasi” terhadap wartawan yang dianggap nasional dan lokal.

Hukum & Kriminal

Terpopuler