Puluhan Warga Jalan Gunung Salak di Rapid Tes, Hasilnya Semua Non Reaktif | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 15 Juli 2020
Diposting : 27 May 2020 16:07
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune / Rapid Tes - Sejumlah warga dalam satu gang di Jalan Gunung Salak, Desa Padangsambian Klod Denpasar di rapid tes pada Rabu (27/5).
balitribune.co.id | DenpasarSebanyak 71 warga dalam satu gang di Jalan Gunung Salak, Desa Padangsambian Klod Denpasar menjalani rapid tes pada Rabu (27/5). Puluhan orang ini dirapid tes menyusul adanya satu warga yang tinggal di gang tersebut dinyatakan positif  Covid-19. Dari hasil rapid test yang dilakukan, hasilnya semuanya  non reaktif.
 
Perbekel Desa Padangsambian Klod, I Gede Wijaya Saputra mengatakan setelah dilakukan isolasi, puluhan orang di salah satu gang di Jalan Gunung Salak wilayah Padangsambian Klod ini dilaksanakan rapid test. Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi kekhawatiran warga sekitar atas kasus positif  covid-19 yang terjadi di lokasi itu. "Kami pihak desa dan satgas meminta kepada Puskesmas untuk melakukan rapid test. Karena banyak warga yang resah setelah mengetahui adanya kasus positif di wilayah itu. Ini dilakukan untuk mengantisipasi keresahan masyarakat,” ujar Wijaya Saputra.
 
Pihaknya merinci, terkait Rapid Tes pada Rabu (27/5) diikuti sebanyak 71 orang. Dari rapid tes pertama yang dilakukan terhadap puluhan warga tersebut hasilnya non reaktif. "Kegiatan tes diikuti 71 orang, hasilnya non reaktif," ujarnya.
 
Ditanya penghuni di gang tersebut pada informasi sebelumnya dinyatakan 75 orang, lalu yang ikut rapid tes hanya 71 orang, lalu sisanya? Menanggapi pertanyaan tersebut, Wijaya mengatakan bahwa data 75 orang tersebut termasuk seorang pasien yang positif covid-19 dan keluarganya sebanyak 3 orang. Terkait 3 orang anggota keluarga pasien sebelumnya sudah dilakukan tes swab dengan hasil negatif Covid-19. "Sebelumnya tiga anggota keluarga pasien positif Covid-19 tersebut sudah dites swab. Hasilnya  negatif," ujarnya.
 
Dikatakan, rapid tes ini baru merupakan screening awal, sehingga selama isolasi mandiri akan dilakukan kembali rapid tes lanjutan. "Nanti akan ada sebanyak 3 kali rapid tes, ini yang pertama, nanti rapid tes kedua di pertengahan masa isolasi sekitar hari ke delapan, dan rapid tes ketiga setelah isolasi selesai," tandasnya.
 
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 75 orang dalam satu gang di Jalan Gunung Salak, Padangsambian Klod Denpasar diisolasi. Puluhan orang ini diisolasi menyusul adanya satu warga yang tinggal di gang tersebut dinyatakan positif  Covid-19. 
 
Perbekel Desa Padangsambian Klod, I Gede Wijaya Saputra dikonfirmasi Selasa (26/5) membenarkan adanya isolasi terhadap 75 orang di wilayah Padangsambian Klod. Dikatakan, isolasi dimulai sejak Senin (25/5) kemarin dimana penghuni di dalam gang ini tak diperbolehkan beraktivitas di luar rumah selama 14 hari hingga tanggal 8 Juni 2020 mendatang.
 
Kata Wijaya, tindakan ini dilaksanakan menyusul adanya salah satu warga yang tinggal di gang tersebut dinyatakan positif Covid-19. "Tanggal 20 Mei 2020 kami mendapatkan informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar bahwa ada satu orang penduduk pendatang di wilayah kami yang dinyatakan positif Covid-19. Untuk itu kami langsung tindaklanjuti dengan melakukan survei ke lapangan, akhirnya memang betul warga pendatang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut tinggal di rumah kos di gang tersebut. Salah satu warga yang dinyatakan positif Covid-19 ini  berasal dari Pasuruan, Jawa Timur," ujarnya. 
 
Setelah mengetahui adanya informasi tersebut dan mengingat kondisi di lapangan yakni  interaksi di gang tersebut sangat akrab, pihaknya pun bersama Satgas Desa mengambil keputusan untuk melakukan isolasi  di gang tersebut. Dikatakan,  jumlah penghuni di gang tersebut sebanyak 30 Kepala Keluarga yang terdiri dari 75 orang. Dari 30 KK tersebut, hanya 2 KK yang merupakan warga asli Padangsambian Klod, sementara sisanya adalah pendatang. "Di gang itu kebanyakan kos-kosan, warga yang tinggal disana  kebanyakan warga pendatang," kata Wijaya.
 
Untuk menjamin kebutuhan pokok warga yang diisolasi tersebut, dari pihak desa dan banjar adat memberikan bantuan. Selain itu, dari Food Rescue Kota Denpasar juga memberikan bantuan makanan dua kali sehari. "Ada juga bantuan dari banjar setiap 2 hari sekali berupa sayur, telur, dan beberapa daging dengan gotong royong dari banjar dan desa. Gotong-royong dari warga banjar sangat tinggi," katanya.
 
Selain menjamin kebutuhan pokok, selama isolasi, warga di satu gang tersebut juga harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Mereka  diwajibkan menggunakan masker walaupun saat beraktivitas di dalam rumah dan selalu menjaga kebersihan termasuk dengan rajin melakukan cuci tangan. 
 
Selain itu, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Denpasar, akan dilakukan rapid tes massal kepada 75 orang di gang tersebut pada Rabu (27/5). "Jadi hasil koordinasi kami dengan Dinas Kesehatan kota Denpasar, terutama Puskesmas II Denpasar Barat, besok (Rabu 27 Mei 2020,-red) rencananya akan dilkaukan rapid tes pertama secara masal di tempat tersebut. Kemudian  untuk penjagaan kami sudah upayakan penjagaannya selama 24 jam, melibatkan pecalang, kemudian unsur linmas juga warga banjar yang melaksanakan ronda malam," tandasnya.