Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pura-pura Bisu Saat Ditegur Pecalang, Bule Keluyuran Saat Nyepi Diamankan Polisi

bule diamankan
Bali Tribune / DIAMANKAN - Bule Amrik diamankan di Polsek Sukawati karena mengganggu prosesi Nyepi, Kamis (19/3/2026).

balitribune.co.id | Gianyar - Suasana hening pelaksanaan hari  Raya di Sukawati sempat terusik ulah seorang warga negara asing (WNA), Kamis (19/3/2026). Bule ini didapati dengan santai jalan- jalan di Jalan Raya Sukwati dan mengabaikan teguran para pecalang adat yang mencoba memperingatkan. Hingga akhirnya, WNA ini diarahkan ke Mapolsek Sukawati, untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.

Dari keterangan yang diterima, di Jalan raya Sukawati, para pecalang mendapati sosok pria berjalan kaki dari arah utara ke selatan. Hingga didekati, pria itu diketahui adalah WNA namun para pecalang kesulitan mengajaknya berkomunikasi. Karena bule itu, seperti bisu dan mencuekkan arahan pecalang.

Karena mengusik pelaksanaan nyepi, pecalang setempat segera mengamankan yang bersangkutan dan berkoordinasi dengan pihak Polsek Sukawati untuk penanganan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Ngurah Suardita membenarkan kejadian tersebut. Saat diamankan di Mako Polsek Sukawati, WNA tersebut sempat menunjukkan sikap tidak kooperatif dengan berpura-pura bisu saat diajak berkomunikasi oleh petugas. Selain itu, yang bersangkutan juga menolak imbauan petugas untuk beristirahat sementara di mako dan bersikeras melanjutkan perjalanan tanpa tujuan yang jelas.

Melalui pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan oleh personel, akhirnya WNA tersebut bersedia berkomunikasi dengan baik. Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan identitas dan dokumen, serta memperoleh keterangan bahwa yang bersangkutan sedang mencari tempat menginap di wilayah Sukawati.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga ketertiban selama pelaksanaan Nyepi, personel Polsek Sukawati kemudian membantu mengantarkan WNA tersebut menuju salah satu villa di wilayah Sukawati untuk beristirahat sementara. 

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun wisatawan asing agar selalu menghormati adat istiadat serta kearifan lokal Bali, khususnya dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi, demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif," wantinya.

wartawan
ATA
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Satria Buka Puasa Bersama Warga Muslim di Kampung Gelgel

balitribune.co.id I Semarapura - Guna menjaga tradisi toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kabupaten Klungkung, Bupati Klungkung, I Made Satria dan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri undangan Buka Puasa Bersama masyarakat Muslim di Masjid Nurul Huda Kampung Gelgel, Kecamatan Klungkung, Selasa (10/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.