Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ratusan PMI asal Gianyar Tunggu Giliran Berangkat

Bali Tribune / Salah seorang PMI di Gianyar

 

balitribune.co.id | Gianyar - Dalam penantian panjangnya, hingga kini ratusan Pekerja Migran Indonesia ( PMI) asal Gianyar, masih menunggu giliran diberangkatkan ke Luar Negeri. Meski semua persyaratan dan kelengkapan legalitas sudah mereka penuhi namun peraturan dan kebijakan yang berbeda di negara tujuan masih menjadi hambatan.  

Dari data yang dihimpun di Dinas Ketenagakerajaan (Disnaker) Gianyar, tercatat ada sebanyak 196 PMI  yang sudah siap diberangkatkan. Sementera itu ribuan calon PMI lainnya masih proses melengkapi administrasi. Ironisnya, PMI asal Gianyar yang sudah siap brangkat ini sudah ada yang menanti dalam hitungan setahun lebih, setelah  dipulangkan dari negara tempat kerja sebelumnya.

Kadisnaker Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadhita yang dikonfirmasi, mengungkapkan, PMI asal Gianyar yang sudah siap berangkat dan memiliki dokumen sah sebanyak 196 PMI. Dalam hal ini pihaknya memfasilitasi seluruh dokumen keberangkatan, sehingga ketika di negara tujuan mereka sudah melewati prosedural yang sah. “Dari jumlah itu, sementara masih menunggu panggilan dari perusahaannya. Mereka yang akan berangkat ini selain kontrak kerja baru ada juga yang kontrak kerjanya diperpanjang,’ ungkapnya.

Lanjutnya, untuk PMI yang berangkat tanpa disertai dokumen yang sah, dipastikan dipulangkan, mengingat pemeriksaan PMI saat ini semakin ketat. Disamping itu, belum semua negara bisa mempekerjakan PMI asal Indonesia. “Kondisinya masih buka tutup, saat ini sebagian besar lapangan kerja di darat, kalau di pesiar baru buka beberapa,” tambahnya.

Sedangkan PMI lain sekitar 1.500 warga Gianyar dipastikan juga siap-siap mengurus dokumen, bila negara tempat kerjanya sudah membuka PMI. Mereka itu, ada yang sedang mencari informasi secara mandiri, sebagian belum mengurus dokumen, dikarenakan negara sebagai tempat kerjanya belum buka. Ditegaskan, peluang PMI untuk kembali bekerja sesuai dengan perkembangan Covid-19 di setiap negara tujuan. Walau demikian dengan 196 PMI yang sudah memiliki dokumen legal, maka ada harapan bagi PMI yang lain. “Kondisinya di luar masih stagnan, baru sekitar 32 negara yang membuka untuk PMI,” tandasnya.

wartawan
ATA

BPR di Persimpangan Jalan: Antara Integritas, Permodalan, dan Seleksi Alam Industri

balitribune.co.id | Pencabutan izin usaha BPR Kamadana oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di awal 2026 bukan sekadar kabar penutupan satu bank kecil di daerah. Ia adalah alarm keras bagi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) secara nasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Tabanan Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Kediri

balitribune.co.id | Tabanan — Menindaklanjuti arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, menyambangi sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga korban banjir di Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (24/2/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Transparansi Pengembangan KEK Kura Kura Bali

balitribune.co.id I Denpasar -Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali menjadi sorotan. DPRD Provinsi Bali melalui Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset Publik (TRAP) menegaskan pentingnya transparansi dan kepastian hukum dalam proyek strategis tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kedaulatan di Balik Layar Digital: Mengapa Raksasa OTA Harus Menjadi "Penduduk Tetap" Indonesia?

balitribune.co.id | Bayangkan sebuah vila mewah di pesisir Canggu, Bali, terpesan dengan harga Rp2 juta per malam melalui platform global seperti Airbnb. Turisnya tidur di sana, pemilik vilanya tinggal di sana, dan akses jalan menuju lokasi tersebut dibangun menggunakan keringat pajak rakyat Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.