Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Raup Peluang Bisnis Lewat Jualan Tiket

LOKET - Rama Adrian (Tengah) bersama Edy Sulistyo (Kiri) saat melaunching keberadaan LOKET.Com di Bali.

BALI TRIBUNE - Dengan pertumbuhan populasi mencapai 90 juta orang para milenial saat ini adalah inisiator gerakan sosial ekonomi yang cenderung mengakses informasi lewat platform digital namun tetap memiliki kebutuhan untuk mendapatkan live experience dari suatu kegiatan. Hal ini terlihat dari bisnis hiburan offline yang hampir tidak pernah sepi pengunjung. LOKET,  selaku penyedia layanan komprehensif menilai peluang pertumbuhan bisnis manajemen event masih sangat luas dan sangat potensial. Melalui pengelolaan event mandiri yang sistematis dari Loket.com, siapapun kini bisa mempromosikan kegiatannya untuk menarik lebih banyak pengunjung guna meningkatkan angka penjualan tiket mereka dengan lebih signifikan. Kegiatan kumpul komunitas di kota Denpasar merupakan kunjungan yang keempat sekaligus penutup dari rangkaian kegiatan showcase Loket.com di hadapan komunitas-komunitas kreatif. Dalam gelarannya, Loket.com mengunjungi empat kota besar di Indonesia yaitu Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Denpasar dimana kota-kota tersebut memiliki pertumbuhan komunitas kreatif organik yang sangat pesat dan diyakini mampu menyumbang pendapatan ekonomi masyarakat di kota masing-masing. LOKET menilai, salah satu masalah utama yang dihadapi event creator adalah keterbatasan metode pemasaran tiket dan sarana promosi yang berdampak pada kurang maksimalnya pengunjung event mereka. Berangkat dari permasalahan di atas, Loket.com dirancang dengan sistem layanan mandiri (self-service) yang memungkinkan kreator event bisa memasang informasi soal event secara online dan juga diakses calon pengunjung secara real-time. "Kami berusaha merancang solusi yang relevan dengan kebutuhan target pasar dan end-user. Layanan mandiri sengaja dipilih untuk memberikan pengalaman event terbaik bagi kreator maupun calon pengunjungnya," tutur  VP Consumer Solution LOKET, Rama Adrian yang ditemui di Seminyak, Kamis (26/7). Seluruh proses dibuat secara sistematis mulai dari pendaftaran event, pilihan sistem pembayaran yang beragam, hingga sistem registrasi dan check-in pengunjung berbasis online. Lewat Loket.com, para event creator juga memiliki kesempatan untuk mempromosikan kegiatannya di beberapa rekan afiliasi LOKET , termasuk melalui aplikasi GO-JEK dengan layanan GO-TlX yang kini telah menjadi bagian dari LOKET. “Bahkan, nilai lebih yang kami tawarkan adalah event para kreator lokal ini berkesempatan untuk dipromosikan ke jutaan calon pembeli melalui lebih dari sepuluh rekan afiliasi Loket Distribution Partner (LDP) termasuk Blibli, tiket.com, Tokopedia, JD.lD dan lain sebagainya,"  ucap Rama. Secara terpisah, CEO LOKET Edy Sulistyo mengungkapkan, kehadiran Loket.com di kota-kota tersebut merupakan bagian dari komitmen LOKET untuk memperkenalkan teknologi ke semua kalangan. "Loket.com dirancang dengan semangat demokratis, artinya kami meyakini bahwa teknologi adalah milik semua kalangan. Pengalaman menggelar event yang profesional lewat dukungan teknologi kini bisa dirasakan oleh event creator dan calon pengunjung tanpa memandang skala event tersebut. Kalangan komunitas dan individu kini bisa mengkreasikan event mereka dengan layanan mandiri dari Loket.com," katanya Edy. Menurut Edy, Loket.com hadir untuk mendukung ruang gerak komunitas dan individu kreatif serta terciptanya ribuan event berskala kecil hingga menengah di Indonesia. Ekonomi kreatif di kota Denpasar dipandang sebagai modal pembangunan strategis dimana regulator dan anakanak muda kreatif turut mengambil peran dalam mempercepat pembangunan. Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Denpasar pada tahun 2017 pertumbuhan ekonomi mencapai 6,08% dan diperkirakan tahun 2019 akan mencapai 6,85%. "Harapannya, dengan showcase yang kami gelar di hadapan penggiat komunitas kreatif di kota Denpasar, akan semakin banyak aktivitas-aktivitas yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Edy. 

wartawan
Arief Wibisono
Category

Turis Backpacker Kepergok Tidur di Kawasan Pura Sad Kahyangan Segara Penida

balitribune.co.id | Semarapura - Ulah wisatawan asing kembali menuai sorotan di Nusa Penida setelah  kedapatan tidur di kawasan Pura Sad Kahyangan Segara Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Peristiwa ini pun memicu reaksi keras masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Jebol, Jalan Utama Ditutup Ubud Macet Parah

balitribune.co.id | Gianyar - Guyuran hujan  di Wilayah Ubud, kembali menimbulkan bencana, Kamis (18/12). Selain banjir luapan,  Jalan Raya Ubud di barat Simpang Ambengan Peliatan, jebol lantaran senderan jalan  longsor. Jalan pun terpaksa ditutup dan kemacetan pun tidak terhindarkan.  Di sejumlah jalan yang dijadikan alternatif pun mengalami stuck atau.macet terkunci.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

HUT ke-130, BRI Region 17/Denpasar Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan untuk Insan BRILiaN

balitribune.co.id | Denpasar - Memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) BRI ke-130, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 17/Denpasar menyelenggarakan kegiatan donor darah dan layanan kesehatan sebagai komitmen BRI untuk terus tumbuh berkelanjutan dengan mengedepankan kepedulian sosial dan kesehatan Insan BRILiaN.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dibandrol Rp27 Jutaan, Motor Listrik Molis Sprinto Resmi Hadir di Pulau Dewata

balitribune.co.id | Denpasar - PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) kembali melanjutkan rangkaian regional launching motor listrik (Molis) terbarunya, Indomobil eMotor (IM) Sprinto, dengan menghadirkan produk ini secara resmi kepada masyarakat Bali.  Acara peluncuran menghadirkan suasana lebih dekat dan interaktif bagi para undangan serta media untuk mengenal lebih jauh karakter dan teknologi yang dibawa Sprinto.

Baca Selengkapnya icon click

Terciduk Google Maps, Tabir Eksploitasi Hutan di Taman Nasional Bali Barat Terbongkar

balitribune.co.id | Negara - Kawasan Hutan Bali Barat, yang selama ini menjadi benteng terakhir kelestarian ekosistem di ujung barat Pulau Dewata, kini dinilai sudah berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Berawal dari viralnya tangkapan layar peta digital Google Maps yang menunjukkan area "botak" di tengah rimbunnya tutupan hijau, tabir dugaan eksploitasi hutan oleh pihak swasta kian mencuat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.