balitribune.co.id | Singaraja - Pasca pengiriman ribuan ternak babi melalui Pelabuhan Celukan Bawang, Sabtu (29/04/2023) lalu, dengan tujuan Singkawang Kalimantan Barat (Kalbar) menyusul akan dilakukan pengiriman yang sama dalam beberapa hari mendatang.
Untuk memastikan kesiapan infrastruktur Pelabuhan Celukan Bawang Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali Ida Gede Komang Kresna Budi menemui Genereal Meneger (GM) Pelindo Celukan Bawang Hermani Gunawan, Kamis (4/5/2023). Usai pertemuan Kresna Budi mengatakan,pengiriman ternak babi keluar daerah memang diharuskan melalui port to port.Hal itu dilakukan untuk menjamin adanya kemungkinan mewabahnya penyakit dari daerah yang dilalui jika dilakukan melalui darat.
Sementara soal kehadirannya ke Pelindo Celukan Bawang, Kresna Budi mengatakan hal itu untuk membangun komunikasi sembari melakukan penataan atas rencana pengiriman hewan ternak baik sapi maupun babi melalui Pelabuhan Celukan Bawang. “Ini soal membangun komunikasi saja karena banyak pihak yang belum memiliki pengalaman terkait pengiriman hewan ternak seperti babi melalui pelabuhan. Seperti menyediakan sarana air serta keahlian tersendiri bagi buruh pelabuhan untuk memindahkan ternak babi dari truk angkut ke kapal,” jelas Kresna Budi.
Kata Kresna Budi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Buleleng ini pihaknya meminta agar aktivitas pengiriman ternak di tidak mengganggu kegiatan kepelabuhanan yang lain semisal bongkar muat barang serta kedatangan kapal pesiar mengingat Pelabuhan Celukan Bawang saat ini tengah gencar disinggahi kapal pesiar. “Kedepan akan ada peningkatan aktivitas dan kapasitas di Pelabuan Celukan Bawang karena itu kita bicara soal penambahan sarana prasarana yang tidak terlalu banyak. Kami juga berharap akan ada penambahan dermaga pelabuhan terutam untuk marina sehingga kegiatan akan saling menunjang,” ucapnya.
Sementara itu, GM Pelindo Celukan Bawang Hermani Gunawan mengatakan, pihaknya mendukung upaya yang dilakukan oleh Ketua Komisi II DPRD Bali Kresna Budi dalam upaya peningkatan kapasitas Pelabuhan Celukan Bawang. ”Pada prinsipnya kami (Pelindo Celukan Bawang) telah siap dengan apa yang menjadi harapan dari Ketua Komisi II DPRD Bali dan sepenuhnya kami dukung,” tandasnya.
Sebelumnya, peternak dan pengusaha Babi di Bali patut bergembira setelah eskpor perdana Babi dilakukan melalui Pelabuhan Celukan bawang, Sabtu (29/4/2023). Sebanyak seribuan ekor babi dikapalkan menuju Kalimantan Barat (Kalbar) untuk memenuhi permintaan pasar didaerah tersebut. Perspektif cerah ini diharapkan dapat menggenjot peningkatan produksi peternak babi setelah sebelumnya sapi Bali cukup diminati pasar. Sebelumnya pengiriman babi melalui jalur darat sudah sering dilakukan. Bahkan intensitasnya cukup tinggi yakni sebanyak 3 truk atau ratusan ekor dalam seminggu.
Pengiriman perdana babi tersebut dipantau Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali Ida Gede Komang Kresna Budi langsung di Dermaga Pelabuhan I Pelabuhan Celukan Bawang. Babi-babi dengan rata-rata berbobot berat 100 Kg/ekor tersebut akan di pasok ke daerah Singkawang Kalbar. ”Ini memang pengiriman perdana via pelabuhan laut menuju Singkawang-Kalbar. Banyaknya 1.000 ekor lebih dan bulan depan pengiriman akan bertambah sebanyak 2-000 ekor. Ini hasil kerjasama dengan peternak dari seluruh Bali,” kata IGK Kresna Budi.
Menurutnya, pengiriman perdana via Pelabuhan Celukan Bawang sangat memberikan harapan bagi peternak babi di Bali mengingat cost nya tidak teralalu tinggi.Ia juga menyebut,melalui pengiriman tersebut ia akan membereskan potensi yang menjadi hambatan sehingga kedepan Pelabuhan Celukan Bawang benar-benar berfungsi sebagai pelabuhan ternak selain bongkar muat barang dan kapal pesiar.
“Kita ingin mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang untuk meningkatkan kesejahteraan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) jadi sangat epektif jika pelabuhan ini betul-betul di fungsikan, kita segera koordinasi dengan Pelindo, Pemerintah Provinsi Bali. Selain dermaga ada marina untuk pelabuhan Kapal Pesiar tapi supaya tidak mengganggu aktivitas bongkar muat. Secepatnya kita koordinasi dengan pihak BUMN,” kata Kresna Budi.
Dengan adanya kepastian pasar di luar Bali tersebut,IGK Kresna Budi mengaku akan menjajaki pasar di Sulawesi Utara, NTT dan Indonesia Timur lainnya, mengingat kebutuhan daging Babi didaerah tersebut cukup tinggi. Ia mengkau akan meggandeng stake holder lain termasuk Tim Ketahanan Pangan Daerah sebagai salah satu upaya penguatan ekonomi pasca ekonomi Bali terpuruk akibat Covid-19.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar daging babi di sejumlah tempat diluar Bali,menurut Kresna Budi, bobot babi yang hendak dikirim sudah mencapai 100 Kg/ekor. Dengan bobot seperti itu harga jual mencapai Rp 4 juta/ekor. Dan itu memiliki keuntungan yang cukup besar mengingat pengiriman via laut costnya dapat ditekan ke angka paling minimal.
“Pengiriman perdana sebanyak 1.000 ekor nilainya mencapai harga Rp 4 miliar itu pun belum termasuk biaya tenaga dan angkutan kapal yang mencapai Rp 500 juta.Artinya bisnis babi di Bali dengan target pasar diluar Bali cukup menjanjikan,” terang Kresna Budi.