Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

S.I.D Telurkan Album Baru Dengan Sedikit "Hedonistik"

Superman Is Dead.

 BALI TRIBUNE  - Superman Is Dead (SID) bekerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia pada 9 November, 2018, akan merilis album barunya. Grup band yang berbasis di Kuta, Bali ini album baru yang dirilisnya kali ini seakan mengingatkan pada kenanfan awal mereka yang Liar, Nakal dan sedikit Hedonistik. Album yang bertajuk “Tiga Perompak Senja” adalah hasil kerjasama mereka dengan perusahan rekaman Sony Music Entertainment Indonesia. Album ini berisi sebelas lagu. Untuk SID, album ini seakan menjadi sebuah tonggak dalam pencarian hidup bermusik mereka. JRX, salah satu personil kelompok band ini, mengatakan bahwa lewat album ini SID ingin merayakan kembali ‘era-era nakal’ SID, khususnya periode tahun 2001-2005. “SID akan kembali liar, nakal, hedonistik. Kami akan sedikit lepas dari tema-tema sosial dan politik.,” papar Jrx. Memang, pada album-album sebelumnya SID kerap mengangkat soal-soal sosial dan kemanusiaan. Lagu seperti “Sunset di Tanah Anarki” dan “Jadilah Legenda” sangat kuat aroma kritik sosialnya. SID juga tidak pernah menyembunyikan pemihakan mereka dalam menghadapi isu-isu sosial. Salah satu lagu di dalam album Tiga Perompak Senja ini berjudul “Tentang Tiga.” Lagu ini menduduki tempat khusus bagi ketiga personil SID: Eka Rock, Bobby Kool, dan JRX. Lagu ini adalah romantisasi dan perayaan hubungan ketiga personil SID selama 24 tahun bermusick sebagai sahabat, bahkan saudara. Perjalanan panjang yang tidak mudah. Lagu lain yang menjadi andalan adalah “Brandal 2 Milyar” dan “Puisi Cinta Para Perompak.” JRX mengatakan bahwa lagu-lagu dalam album ini dipersiapkan cukup singkat, yakni sekitar tiga bulan.  Beberapa memang lagu ditulis menjelang masuk studio rekaman. Namun ada juga yang ditulis sejak empat atau lima tahun yang lalu. SID mengaku bahwa mereka tidak menyasar satu kelompok khusus lewat album ini. Mereka berharap album ini bisa diterima oleh semua kalangan. Namun, sebagaimana karakter SID yang selama ini dikenal, mereka tetap ingin memberikan nuansa-nuansa perubahan dalam masyarakat lewat musik yang mereka geluti. Sekalipun album ini tidak langsung tersangkut tema-tema kritik sosial dan politik, tidak bisa dipungkiri aneka ragam persoalan hidup sosial tetap mendapat tempatnya. Sekalipun disampaikan dengan cara lain, cara yang lebih halus (subtle) dan lebih menukik ke pribadi manusia. “Brandal 2 Milyar,” misalnya, kuat dengan nuansa sosial yang disampaikan dengan pengalaman pribadi. Lagu ini menggambarkan pria-pria yang bergelimang nikmat, terjerat pada judi, minum, dan wanita, dan tidak pernah jadi dewasa. Ini adalah refleksi hidup keras. Kenikmatan boleh jadi adalah penjara yang tidak membiarkan orang menjadi dewasa. SID adalah satu kelompok band yang terkenal keras kepala di jalurnya. Dan, mereka tidak pernah menyesal (unapologetic). Mereka merasa bahwa keberadaan mereka tidak bisa lepas dari hidup sosial. Sekalipun tidak ada keuntungan yang didapat. “Apakah kami gunakan untuk memperkaya diri? Jelas tidak. Faktanya SID kehilangan banyak job, relasi dan kesempatan berharga lainnya akibat concern kami terhadap isu-isu sosial,” demikian jawab JRX. SID terkenal dengan pembelaannya terhadap lingkungan. Sikap mereka lugas. Mereka menentang reklamasi Teluk Benoa, yang akan mengubah hutan bakau dan area penyangga Denpasar Selatan untuk menjadi pusat turisme. Bila pun album baru “Tiga Perompak Senja” ini tidak bicara langsung isu-isu sosial, ia akan menjadi sebuah tonggak tersendiri dalam perjalanan musik SID. "Album ini adalah perjalan untuk menjadi dewasa,"tutupnya.

wartawan
Redaksi
Category

Dilaporkan Hilang Usai Pergi ke Ladang, Kakek Yuda Ditemukan di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar - Sempat menghilang semalaman, I Made Yuda (73) alias Kakek Yuda akhirnya  ditemukan selamat. Lansia asal Banjar Tangkas, Desa Kenderan, Tegallalang, ini ditemukan terperosok di dasar jurang di aliran Sungai Tukad Petanu,  dan langsung dievakuasi, Sabtu (16/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Beresiko Tinggi, 50 Pemandu Arung Jeram Bali Ikuti Sertifikasi Kompetensi

balitribune.co.id I Gianyar - Sebanyak 50 pemandu arung jeram (rafting guide) mengikuti Sertifikasi Kompetensi Kerja Bidang Kepariwisataan  2026 Sabtu-Minggu (16-17/5/2026) di Jalur Sungai Ayung, Ubud. Kualitas pemandu wisata berisiko tinggi  ini diharapkan memiliki ketrampilan dengan standar keselamatan yang ketat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

38 Koperasi Merah Putih di Bali Siap Beroperasi, Ditargetkan Capai 120 Unit pada Juli 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Provinsi Bali mencatat sebanyak 38 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah siap beroperasi di berbagai wilayah Bali. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 120 koperasi hingga akhir Juli 2026. 

Hal itu disampaikan Wayan Koster saat menghadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 KDKMP secara virtual dari KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu (16/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Bali Soroti Dugaan Jual Beli Izin Sapi, Kresna Budi Minta Sistem Kuota Dihapus

balitribune.co.id I Singaraja - Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, IGK Kresna Budi, mendesak Pemerintah Provinsi Bali segera mengevaluasi bahkan membekukan sistem kuota pengiriman sapi Bali menyusul adanya dugaan praktik jual beli izin pengiriman sapi oleh oknum tertentu.

Menurut Kresna Budi, praktik tersebut sangat merugikan peternak dan pengusaha kecil karena biaya tambahan yang muncul membuat mereka sulit bersaing dengan pemodal besar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pantai Legian Dinilai Kumuh, Bupati Badung Siapkan Penataan Kawasan Samigita

balitribune.co.id | Mangupura - Kondisi kawasan Pantai Legian yang dinilai masih semrawut dan kumuh menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Badung. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan penataan kawasan pantai di wilayah Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita) akan dilakukan secara bertahap guna mengembalikan daya tarik pariwisata Bali selatan.

Baca Selengkapnya icon click

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Karangasem Meningkat Dua Kali Lipat

balitribune.co.id I Amlapura - Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya. 

Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem mencatat total kasus gigitan HPR utamanya anjing liar yang ditangani seluruh Posko Rabies Centre (PRC) yang ada di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di Karangasem dari Bulan Januari hingga April 2026 mencapai 3.379 kasus gigitan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.