SIPCO Klaim, Bali Punya SDM Handal Tangani MICE | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 13 Agustus 2020
Diposting : 13 January 2020 20:52
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/INTERNASIONAL - Terkait MICE, Bali telah berpengalaman menangani event-event berskala internasional baik itu Meeting dan Exhibition.

balitribune.co.id | Denpasar – Berbagai fasilitas penunjang menjadi salah satu kebutuhan untuk memenuhi kegiatan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun berupaya untuk menggenjot pasar MICE internasional diselenggarakan di Tanah Air termasuk Bali. Terkait MICE, Bali telah berpengalaman menangani event-event berskala internasional baik itu Meeting dan Exhibition. 

Selain kemudahan aksesibilitas penerbangan yang menghubungkan pulau ini dengan sejumlah negara, sumber daya manusia (SDM) berperan penting dalam hal suksesnya penyelenggaraan MICE di Bali. Jika dilihat dari sisi venue atau tempat kegiatan MICE berskala besar dengan peserta ribuan orang dan bertaraf internasional, di Bali pun telah memungkinkan. Mengingat sudah biasa menjadi venue event-event pertemuan besar kelas dunia. 

Seperti disampaikan Ketua Society of Indonesia Professional Convention Organizer (SIPCO) Bali, Putu Juarez Robin Putra beberapa waktu lalu di Denpasar. "Penerbangan dan SDM penting untuk MICE. Kita di Bali sudah mempunyai SDM yang berpengalaman di bidang MICE. SDM yang ada di Bali sudah cukup untuk menghandle event-event internasional. Namun masih perlu ada komitmen pemerintah untuk memperhatikan MICE ini," katanya. 

Dia menyampaikan, tren yang terjadi sekarang ini adalah beberapa provinsi di Asia fokus ke pangsa pasar MICE contohnya Pattaya, Negara Thailand. "Mereka sudah berani memberikan insentif bagi penyelenggara MICE," ucap Juarez.

Insentif ini disampiakan saat mulai menawarkan venue dan produk MICE (bidding) misalkan adanya sinergi dengan pemerintah dengan didukung free welcome dinner, diskon pesawat, suvenir. "Itu yang kita punya untuk bidding," ujarnya. 

Menurut dia, apabila MICE diselenggarakan oleh pemerintah seperti IMF, maka bidding yang dilakukan masuk ke kriteria government to government (antar pemerintah). Kemudian bidding perusahaan ke perusahaan dan organisasi ke organisasi. 

"Tren cara bidding per organisasi berbeda-beda. Apabila mendatangkan lebih dari sekian orang, pada saat bidding sudah disampaikan akan mendapat insentif berupa a, b, c atau d. Jadi ada beberapa insentif yang diberikan kepada bidding oleh convention biro," jelas Juarez. 

Dijelaskannya, bidding bisa dilakukan sekarang untuk MICE yang diselenggarakan pada 5 tahun ke depan. Selain insentif, saat bidding juga dilakukan pengenalan tentang pulau yang akan menjadi venue MICE misalnya terkait luas pulau, jumlah penduduk, jumlah kamar hotel, transportasi, harga kamar hotel, kondisi tempat convention atau mampu menampung berapa peserta, imigrasi di bandara, cukai dan lainnya. 

"Biasanya, ketika event akan kita menangkan, maka akan ada pertanyaan. Jika event-event ini berlangsung di Bali, pemerintah anda akan memberikan apa. Bahkan ada beberapa negara bisa langsung menjawab," terangnya. Namun yang paling absolut disampaikan adalah terkait keamanan. Bali pun ditegaskan Juarez sudah siap untuk MICE dan leisure.