Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Strategi Beda Pengamanan Arus Mudik

Bali Tribune / PENGAMANAN - Ratusan personil dipersiapkan untuk pengamanan dan kelancaran arus mudik menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk termasuk Pecalang.

balitribune.co.id | NegaraBerbagai potensi gangguan kelancaran arus mudik di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk kini sudah diantisipasi. Selain memperbanyak kantong parkir serta mendirikan sejumlah pos, juga ada stategi berbeda yang telah dipersiapkan pada masa angkutan lebaran tahun ini.

Polres Jembrana Bersama instansi terkait lainya kini terus mematangkan persiapan untuk kelancaran pada masa angkutan lebaran 2024. Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung Rabu (3/4) di GOR Kresna Jvara mengatakan pihaknya telah mempersiapkan Langkah-langtkah antisipasi untuk mencegah terganggunya kelancaran arus mudik menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

Sejumlah pos dibangun di sepanjang jalur mudik menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, “kami sudah menyiapkan enam pos,” ujarnya. Pos yang dipersiapkan tersebut menurutnya terdiri dari empat pos pengamanan, satu pos pelayanan dan satu pos terpadu “pos pengamanan tergelar dari Pekutatan sampai Melaya, pos pelayanan ada di Cargo Gilimanuk dan pos terpadu di Ruang VVIP ASDP Pelabuhan Gilimanuk,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengantisipasi terjadinya antrean dan penumpukan kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Kondisi lalu lintas akan dikategorikan menjadi tiga yakni normal, padat dan sangat padat. Ia menyebut ada sejumlah lokasi yang dijadikan kantong parkir dari perbatasan Jembrana-Tabanan hingga di Gilimanuk, “antisipasi stagnasi di Pelabuhan, kami juga menyiapkan enam kantong pakir dari Pengeragoan,” ungkapnya.

Lokasi yang dijadikan enam kantong parkir tersebut yakni di Pekutatan ada di Rest Area Pengeragoan, di Mendoyo ada di Anjungan Cerdas Rambut Siwi, di Negara di Terminal Baluk, di Melaya Gudang Toyota, Gudang Suzuki dan Cargo Gilimanuk. Pihaknya juga menyiagakan 350 personil kepolisian disepanjang jalur mudik menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk serta didukung personil TNI dan instansi terkait lainnya.

Selama arus mudik Lebaran, rekayasa lalu lintas akan kembali diberlakukan di Gilimanuk,”bagi kendaraan sepeda motor akan dimasukan di Gang I, sedangkan kendaraan kecil yang sudah memiliki tiket masuk di Gang II, sedangkan yang belum memiliki tiket akan disipakan di Gang III, sehingga ada alternatif-alternatif,” paparnya. Ia pun meminta pemudik agar jangan khawatir terhadap pembelian tiket penyeberangan Gilimanuk-Ketapang.

“Jangan khawatir terkait jam keberangkatan. Kami sudah mengkomunikasikan dengan ASDP agar asal bisa berangkat, tidak dilihat lagi jamnya. Ini mengatisipasi kendala atau macet di tengah perjalanan,” jelasnya. Pihaknya meminta pemudik tetap memperhatikan dan mengutamakan keselamatan dan keamanan berkendara, “untuk keamanan dan kenyamanan kami himbau untuk menggunakan transportasi umum seperti bus,” tegasnya.

“Harapan kami selama arus mudik ini tidak sampai ada kecelakaan lalu lintas, apalagi merenggut korban manusia,” harapanya. Ia menyebut ada hal berbeda dipersiapkan pada arus mudik Lebaran kali ini, “kami menyiapkan Tim Setrika. Kami persiapakan personil yang keliling bertugas mobiling membangunkan sopir yang ketiduran ditengah antrean kendaraan yang akan masuk ke Pelabuhan dan ada pagar betis antisipasi krodit,” tandasnya.

wartawan
PAM
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.