SVF 2018 Luncurkan Buku Sanur Merawat Tradisi Ditengah Modernitas | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 27 November 2021
Diposting : 21 August 2018 13:25
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
BUKU - Peluncuran buku Sanur untuk menjaga keseimbangan
BALI TRIBUNE - Ajang Sanur Village Festival (SVF) 2018 telah diawali dengan sejumlah rangkaian kegiatan salah satunya peluncuran buku "Sanur Merawat Tradisi Ditengah Modernitas" pada Minggu malam (19/8) di Griya Santrian Sanur, Denpasar. Ketua Yayasan Pembangunan Sanur dan Ketua Panitia SVF 2018, Ida Bagus Gede Sidharta Putra yang juga penulis buku Sanur Merawat Tradisi Ditengah Modernitas menyatakan, buku yang diterbitkan tersebut menjelaskan tentang potensi pariwisata dan ekonomi Desa Sanur.
 
"Melalui buku ini kita ingin menyampaikan pesan untuk bersama-sama menjaga keseimbangan Sanur. Yayasan Pembangunan Sanur punya motto "Sanur Kami Sanur Kita," kata pria yang akrab disapa Gusde ini.
 
Sanur kata dia dibangun sesuai dengan karakter dan keinginan masyarakatnya. Bahkan Desa Sanur ini selalu menerima siapa saja yang berkunjung. Maka tidak sedikit yang datang ke Sanur dengan tujuan untuk berwisata atau liburan dan melakukan invetasi. Sehingga di dalam buku "Sanur Merawat Tradisi Ditengah Modernitas" tersebut juga mengulas terkait potensi bisnis/investasi di Sanur.
 
Destinasi Sanur dikatakan Gusde memiliki karakter yang kuat dengan tradisi dari turun-temurun. "Buku ini mengulas semua tentang Sanur dengan nilai tradisi yang kuat artinya siapapun yang datang ke slSanur agar menjaga tradisi ini. Sedangkan untuk bisnisnya kita bekerjsama sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Inilah yang dikawal yayasan," bebernya.
 
Dalam menjaga keseimbangan Sanur kata Gusde telah dibuktikan dengan tidak hanya mengejar jumlah/kuantiti sehingga melatarbelakangi adanya aturan-aturan tentang pembangunan dan pembuatan akomodasi. "Intinya kami tetap ingin menjaga keseimbangan sesuai karakter masyarakat Sanur dengan tradisinya. Disatu sisi ini akan menjadi kekuatan ekonomi dalam hal ini adalah pariwisata budaya," terang Gusde.
 
Lebih lanjut dia mengatakan saat konferensi pers SVF 2018, Senin (20/8) di Sanur, Denpasar, event ini masuk 10 besar festival terbaik Kementerian Pariwisata. Tahun ini SVF kembali digelar pada 22-26 Agustus 2018 di Pantai Matahari Terbit yang akan dimulainya digitalisasi layanan publik. Boost Sanur Village Festival 2018 mengangkat tema "Mandala Giri" yang merupakan sebuah semangat pemikiran untuk memusatkan perhatian kembali kepada Gunung Agung.
 
"Karena ketika aktivitas vulkanik Gunung Agung meningkat pada November 2017 dan berulang kali erupsi hingga saat ini adalah kenyataan yang memberikan refleksi dalam hal kemanusiaan, persaudaraan dan pendekatan terhadap alam," katanya.

Hukum & Kriminal

Terpopuler