Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tampil Beda, Gerak Jalan Kocok Perut Masyarakat, Pesertanya dari Aparatur Desa hingga Muspika

KREATIF - Salah satu peserta gerak jalan unik-kreatif di Tegallalang, Gianyar, Jumat (10/8).

BALI TRIBUNE - Beragam gaya dengan pakaian yang serba menggelitik, gerak jalan unik dan kreatif di Tegallalang,  benar-benar mengocok perut masyarakat, Jumat (10/8). Pesertanya adalah  para  kepala dusun, kepala desa, pengurus PKK, hingga Muspika. Selain bertujuan memberi hiburan serangkaian hut RI ke-73, gerak jalan unik  ini  juga merebut posisi tervaforit versi masyarakat. Dengan pakaian lawakan serba unik, sepintas para peserta akan mengikuti parade budaya. Mereka adalah peserta gerak jalan kontemporer di Tegallalang dimana pesertanya khusus para pimpinan desa dan kecamatan. Mulai dari   kepala dusun, kepala desa, pengurus pkk hingga Muspika di Tegallalang. Masing-masing regu tampil beda dengan untuk menghibur sekaligus  merebut posisi terfavorit. Start di depan Kantor Camat Tegalallang, gaya yang dipertunjukkan masing-masing regu pun langsung mengocok perut penonton.  Saat dilepas, mereka tidak langsung berjalan, sebelum menyuguhkan atraksi uniknya.  Gerakan aneh dan menggelitik ini, kontan saja memberikan hiburan segar  untuk  masyarakat, serangkaian semarak HUT RIi ke-73. Tidak hanya warga lokal, wisatawan asing yang sedang melintas pun mendokumentasi  gerak jalan langka ini. Delegasi Desa Pupuan, Tegallalang, salah satu peserta yang menggelitik penontio, karena peserta laki-laki dandannya mirip waria. Sementara peserta perempuanya bergaya laki-laki, Kepala BPD Desa Pupuan, I Nayoma Kariasa  yang menjadi pimpinan regu menyebutkan, danadan itu dimaksudkan sebgai kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan dalam mengisi kemerdekaan. “Kami artikan bahwa laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam segala peran dalam mengaisi kemerdekaan ini,” ungkap nyoman Kariasa. Camat Tegallalang I Nyoman Darmawan menyebutkan, dalam gerak jalan ini, pesertanya memang dikhususkan bagi para pimpinan desa hungga jajaran Muspika. Dengan maksud bahwa seorang pimpinan harus mempelopori gerakan cinta NKRI. Dengan harapan masyarakat turut  senantiasa  Mengisi kemerdekaan dengan  langkah kreatif dna inovatf. “Yang terpenting, jiwa nasionalisme terus bangkit dan tak pernah padam di Tegallalang,” terangnya.  

wartawan
redaksi
Category

Tebing di Pinggir Jembatan Peken Belayu - Kukuh Longsor Lagi

balitribune.co.id I Tabanan - Tebing di pinggir jembatan Peken Belayu-Kukuh di Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, longsor lagi pada Rabu (22/4/2026) sore. Tak hanya itu, material tebing yang longsor itu membuat gelombang air pada aliran Sungai Yeh Ge menerjang areal wantilan pura yang ada di seberangnya.

Baca Selengkapnya icon click

Tim Gabungan Gelar Penertiban Identitas, Sasar 141 Duktang di Bajera

balitribune.co.id - Tabanan - Tim gabungan di Kecamatan Selemadeg melakukan penertiban identitas terhadap 141 penduduk pendatang (duktang) yang tinggal di lingkungan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg. Penertiban yang berlangsung pada Senin (20/4/2026) malam itu menyasar belasan rumah kos, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran administrasi kependudukan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Korsleting Listrik, Laundry Terbakar

balitribune.co.id I Bangli - Sebuah tempat usaha laundry yang berlokasi di Jalan Nusantara, Kelurahan Cempaga, Kecamatan/Kabupaten Bangli, dilalap si jago merah pada Selasa (22/4/2026) sekira pukul 08.30 Wita. Kuat dugaan kebakaran  dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi kabel yang kemudian menyambar pakaian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Buleleng Tetapkan Perda Baru Pajak dan Retribusi

balitribune.co.id I Singaraja - DPRD Kabupaten Buleleng secara resmi mengesahkan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2023 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam rapat paripurna, Rabu (22/4/2026). Rapat dipimpin Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, serta dihadiri jajaran legislatif dan eksekutif, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Sekda, serta pimpinan OPD.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Buleleng Desak Pencabutan UU Pemda 23 Tahun 2014

balitribune.co.id I Singaraja - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya mendesak adanya pencabutan atau revisi Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Langkah ini dinilai mendesak lantaran regulasi tersebut dianggap membatasi ruang gerak DPRD, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap eksekutif.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.