Tanamkan Konsep Pesaje, Semangati Peserta Workshop | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 24 September 2020
Diposting : 13 February 2020 13:42
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ NARASUMBER - Bupati Suwirta menjadi Narasumber Workshop Sinergi dalam Penguatan Program Pengendalian Rokok.
balitribune.co.id | Semarapura - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta diadulat menjadi Narasumber dalam Workshop Sinergi Dalam Penguatan Program Pengendalian Rokok Untuk Mewujudkan Krama Bali Sehat yang diselenggarakan Udayana Central bertempat di Room Tiga Hotel Prime Plaza Sanur, Denpasar, Rabu (12/2) pagi. 
 
Bupati Suwirta menyemangati para peserta workshop dengan makna kata "Pesaje" yang artinya niat baik untuk mengajak masyarakat agar bebas dari bahaya rokok, dengan menjalankan konsep pesaja agar masyarakat mempunyai niat yang baik untuk menjaga kesehatan dan menjaga udara tetap bersih. 
 
Bupati Suwirta memaparkan upaya-upaya yang dilakukan dalam menjaga kesehatan warganya. Salah satunya Bupati telah mengeluarkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Meski telah ada Perda yang dikeluarkan tidak serta merta bisa mengajak masyarakat untuk tidak merokok, tetapi ada proses yang harus dilalui bagaimana masyarakat bisa menyadari akan bahaya rokok bagi kesehatan. "Perda ini sebagai upaya agar masyarakat terhindar dari bahayanya narkoba dan kesehatannya juga bisa selalu terjaga dengan baik," ujarnya.
 
Upaya yang juga telah dilakukan yakni membentuk Kader (Gebrak) Gerakan Bersama Anti Rokok yang menyasar sekaa teruna di desa-desa serta sosialisasi pembuatan perarem (KTR) di Desa Adat. "Kita yakini diri kita bahwa merokok itu bisa menyebabkan kesehatan kita menjadi terganggu, maka dari itu saya mengajak seluruh peserta workshop agar bersama-sama tanamkan pola hidup yang sehat serta menyadari bahayanya merokok," ajaknya.
 
Bupati Suwirta juga berharap apa niat baik yang sudah dilakukan agar bisa dipatuhi bersama-sama. Kesehatan itu sangat penting mari sejak dini jaga kesehatan kita dengan baik dimulai dari generasi muda untuk memahami bahayanya merokok. "Setelah pulang dari workshop ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan didaerahnya masing-masing, setidaknya dimulai dari diri sendiri," harapnya.
 
Ketua Panitia I Made Kerta Duana menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan dari Pusat Penelitian Udayana Central. Kegiatan ini adalah salah satu kajian di Universitas Udayana yang konsen pada penyakit-penyakit tidak menular, pengendalian bahaya rokok dan kesehatan lainnya. "Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen kami dari Udayana Central yang konsen terhadap penyakit-penyakit tidak menular, pengendalian bahaya rokok yang dimulai sejak tahun 2009," ujarnya.