Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tidak Direstui, Curi Sepeda Motor Bapak Pacarnya

pencurian
Iptu Aan Saputra memperlihatkan barang bukti dan pelaku

BALI TRIBUNE - Aksi Dwi Nova Dian Kusuma  (29) terbilang unik. Lantaran tidak direstui untuk menikahi pacarnya, ia justru mencuri sepeda motor milik bapak pacarnya sendiri. Aksi jahatnya itu dilakukan di areal parkir RS Sanglah, Sabtu (9/6) pukul 15.00 Wita.  Peristiwa itu berawal dari korban, I Nyoman Rupadenta (56) ke Rumah Sakit (RS) Sanglah untuk melihat anaknya yang merupakan adik dari pacar pelaku yang rawat inap. Korban memarkir sepeda motornya jenis Scoopy bernomor polisi DK 4616 EW pada pukul 13.30 Wita dan kembali pada pukul 15.00 Wita sepeda motornya sudah raib. Melihat kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kehilangan sepeda motor itu ke Mapolsek Denpasar Barat (Denbar) dengan nomor laporan; LP/225/VI/2017/Bali/Resta Dps/Sek Denbar. Menariknya, sepeda yang dicurinya itu dibawa pulang disimpan di rumahnya di Jalan Bedahulu XXI Gang Munduk Abukasa No 2 Denpasar. Pacarnya yang sering berada di rumah pelaku memang sering melihat sepeda motor itu namun tidak menduga bahwa sepeda motor itu adalah milik bapaknya lantaran sudah dilepas nomor platnya. Namun pada Senin (9/4) lalu, pacarnya mengetahui secara pasti bahwa sepeda motor itu adalah milik bapaknya. "Saat ditanya oleh pacarnya, pelaku menjawab bahwa sepeda motor itu adalah milik anak kos yang digadaikan karena belum bisa membayar uang kos. Kebetulan pelaku punya kos-kosan di sana," ungkap seorang sumber di lingkungan Polsek Denbar, Rabu (11/4).  Sang pacar kemudian memberitahukan penemuan sepeda motor itu kepada bapaknya kemudian disampaikan ke Mapolsek Denbar. Anggota Reskrim pun diturunkan ke lokasi penemuan sepeda motor untuk melakukan penyelidikan yang lebih mendalam. Hasilnya, keesokan harinya, Selasa (10/4) pukul 01.30 Wita polisi berhasil meringkus pelaku di rumahnya. "Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa yang diduga pelaku pencurian sepeda motor berada di rumahnya, sehingga anggota melakukan lidik dan dapat mengamankan pelaku. Selanjutnya menginterogasi pelaku dan mengakui perbuatanya mengambil  tersebut sehingga kemudian dibawa ke Mapolsek," terang Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Aan Saputra RA, SIk., MH siang kemarin. Kepada petugas, pelaku mengaku mengambil sepeda motor itu menggunakan kunci duplikat karena pernah meminjam sepeda motor itu untuk dibuat kunci duplikat. Ia juga menjelaskan bahwa motif pencurian lantaran kesel dengan korban karena tidak merestui hubungannya dengan anak korban. "Pelaku mengakui baru kali pertama melakukan pencurian sepeda motor ini karena merasa jengkel terhadap orang tua pacar pelaku lantaran tidak merestui hubungan mereka. Tetapi masih kami dalami dan kembangkan lebih lanjut karena tidak menutup kemungkinan masih ada TKP yang lain," ujarnya.

wartawan
Redaksi
Category

Gubernur: Hentikan Sementara Izin Toko Modern Berjejaring

balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Wayan Koster menginstruksikan Walikota/Bupati se-Bali untuk menghentikan sementara (moratorium) pemberian izin berupa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun izin usaha Toko Modern Berjejaring di seluruh wilayah kota/kabupaten di Bali. Hal ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Bali Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Toko Modern Berjejaring yang ditetapkan pada 2 Desember 2025. 

Baca Selengkapnya icon click

Sindikat Pembobol Kartu Kredit Internasional Diringkus di Ubud

balitribune.co.id | Gianyar - Setelah melalui proses yang marathon, Polres Gianyar akhirnya berhasil mengungkap sindikat pencurian kartu kredit jaringan internasional yang beraksi di kawasan wisata Ubud. Sasarannya turis mancanegara, sepuluh orang pelaku sudah diamankan.   Empat pelaku adalah warga negara Indonesia, dua warga negara China, dan empat warga negara Mongolia, dengan total kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Warga Minta Pindahkan Tiang, PLN Kirim Rincian Biaya Jutaan Rupiah

balitribune.co.id | Singaraja - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menuai somasi setelah diminta menggeser tiang listrik justru mendapat jawaban rincian biaya berjumlah jutaan rupiah. Warga mengaku terpaksa melayangkan somasi setelah pihak PLN tidak mengindahkan permintaannya agar menggeser tiang listrik yang menghalangi aktivitasnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.