Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tradisi Munjung Dirayakan Warga Buleleng Setiap Pagerwesi

Bali Tribune / MUNJUNG - Tradisi Munjung di Desa Adat Buleleng.

balitribune.co.id | SingarajaAda yang istimewa setiap perayaan hari raya Pagerwesi di Kabupaten Buleleng. Terlebih di Kota Singaraja, perayaan hari raya Pagerwesi oleh umat Hindu di wilayah Kota Singaraja saja sangat ramai. Dalam kepercayaan mereka pada hari raya Pagerwesi leluhur yang sudah meninggal turun ke bumi. Untuk itu mereka membuat sesajen khusus yang akan dibawa ke makam sanak saudara mereka yang sudah meninggal dunia dan belum diaben. Tradisi mengunjungi kuburan sanak saudara yang telah meninggal itu dikenal dengan tradisi Munjung.

Biasanya warga terlihat mengunjungi Setra Desa Adat Buleleng. Dan pada Hari Raya Pagerwesi pada Rabu (20/12) beberapa orang berada ditengah makam sanak saudara mereka yang sudah meninggal dunia dengan membawa sesajen punjung. Tradisi munjung tersebut sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Adat Buleleng sejak dahulu.

Diantaranya Jro Mangku Gede Nyoman Sudiarta. Pria asal Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng ini bersama keluarganya melakukan punjung dengan membawa berbagai sesajen yang disukai keluarga yang sudah meninggal untuk dihaturkan ke salah satu keluarganya yang meninggal pada tahun 2022.

“Tradisi ini (Munjung) sudah rutin kami lakukan setiap hari Raya Pagerwesi,” ujarnya.

Sementara itu, Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan antusiasme warga/krama untuk melaksanakan tradisi munjung masih sangat tinggi. Dari 14 Banjar Adat yang ada di Desa Adat Buleleng, salah satu wewidangan yakni Banjar Jawa masih memiliki keyakinan apabila meninggal dunia, harus dikubur terlebih dahulu.

“Tradisi itu masih tetap dijaga dan saya meyakini tradisi itu akan tetap ada,” ucap Jro Sutrisna.

Meski begitu, mantan Kadispar Buleleng ini mengatakan, tradisi Munjung belakangan ini memang lebih sedikit dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini lantaran sebagian besar Krama lebih memilih untuk mempercepat proses pengabenan. Terlebih sarana kremasi di Setra Desa Buleleng sudah tersedia dengan biaya cukup murah.

“Mereka ada yang memilih langsung dilakukan proses ngaben,” imbuhnya.

Tidak hanya dilokasi Setra Desa Adat Buleleng saja, tradisi Munjung juga terlihat di areal Taman Makam Pahlawan Curastana Singaraja. Krama juga ramai menghaturkan sesajen atau banten punjung kepada para pahlawan yang di makamkan Taman Makam Pahlawan yang terletak di Kelurahan Banjar Tegal Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini.

wartawan
CHA

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click

Anggaran Daerah Cekak, Pemkab Bangli Tunggu Regulasi Pusat Pengangkatan PPPK Jadi PNS

balitribune.co.id I Bangli - Wacana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta peralihan PPPK paruh waktu menjadi Penuh Waktu membuat sumringah  para tenaga pendidik di Kabupaten Bangli.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.