Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tukad Ijogading Dikembangkan untuk Wisata

Bali Tribune/POTENSI - Alur Sungai Ijogading yang membelah Kota Negara kini dikembangkan untuk potensi wisata. Salah satu objek yang dikembangkan adalah Ambenan Ijogading.



balitribune.co.id | Negara  - Lingkungan sekitar menyimpan potensi besar, yang jika dikembangkan secara bijak akan mendatangkan manfaat. Salah satunya Tukad Ijogading, yang memiliki potensi dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
 
Sungai Ijogading memungkinkan dikembangkan menjadi daya tarik wisata, sehingga anak muda Loloan membuat serta menata pinggiran Sungai Ijogading menjadi tempat yang menarik.
 
“Dengan adanya penataan dan membersihkan aliran sungai ini warga sekitar merasa malu membuang sampah ke sungai. Dan pada saat ini kita juga masih terus melakukan penataan agar pengunjung merasa lebih nyaman,” ungkap Ketua Pokdarwis yang juga Kreator Ambenan Ijogading, Ahmad Mustaqim didampingi Kaling Loloan Timur, Muztahidin, Rabu (25/8).
 
Lebih lanjut Ahmad Mustaqim mengatakan, luas Ambenan Ijogading ini sekitar 10 are, merupakan wisata alternatif yang dibangun secara gotong royong dan swadaya remaja Loloan Timur.
 
Perlahan-lahan akhirnya terwujud Ambenan Ijoading, yakni sebuah tempat rekreasi yang memanfaatkan bambu dan berlokasi di tepi alur Sungai Ijogading. Selain tempat rekreasi salah satunya untuk selfie, dibangunnya lokasi di bantaran Sungai Ijogading ini untuk menggalakkan kebersihan terutama kebersihan sungai yang selama ini sering jadi sorotan.
 
Bahkan keberadaan Ambenan Ijogading ini diharapkan mampu membangkitkan nila sejarah dan warisan seni budaya di Kota Negara.
 
“Awalnya lahan ini merupakan lahan kosong. Bahkan dulu menjadi tempat pembuangan sampah. Namun berkat perjuangan remaja Loloan Timur, yang semangat untuk menata pinggiran sungai secara swadaya. Selain sungai, Loloan Timur juga memiliki kekayaan adat budaya, seni dan tradisi, seperti Rumah Panggung, Makam Wali Pitu yang sering dikunjungi masyarakat lokal maupun nasional,” jelasnya.
 
Sebelumnya lokasi Ambenan Ijogading ini sempat terkena musibah banjir. Akibat banjir yang terjadi Mei 2019 lalu, merusak penataan tempat rekreasi alternatif di tengah Kota Negara ini.
 
Seluruh bangunan bambu sebelumnya yang telah terangkai cantik dan bagus, saat itu hanyut diterjang banjir. Kondisi tersebut tidak memadamkan semangat. Meskipun dengan biaya terbatas dibantu beberapa donatur, Ambenan Ijogading, perlahan-lahan terbangun kembali, meskipun masih banyak kekurangan sarana yang belum terpasang.
 
Sekarang ini dalam upaya penataan, digarap secara swadaya. Bahkan, lokasi ini merupakan salah satu program di Kelurahan Loloan Timur dalam melakukan kampanye kebersihan sungai dan lingkungan sekitarnya.
 
“Tentunya taman kreatif bernilai edukasi ini menjadi tempat yang menarik untuk masyarakat. Besar harapan lokasi ini menjadi semakin menarik dengan ragam inovasi yang dibangunnya,” tuturnya.
 
Bahkan melalui kampung KB dan kelompok BKP (Bina Keluarga Balita), Ambenan Ijogading mendapat bantuan berupa sarana mainan anak dan penghijauan. 
 
“Harapan kami tentu harus  bersinergi dengan dinas terkait khususnya bidang pariwisata dalam memajukan Jembrana sebagai salah satu tempat rekreasi  yang keren di Jembrana,” harapnya.
 
Ia mengakui kendala yang paling utama sementara ini adalah akses jalan menuju Ambenan Ijogading. Pentingnya lagi perlu adanya kembali joging track atau lintasan jalan di tepi Sungai Ijogading. Tidak hanya itu, perlu ada perbaikan senderan tepi sungai dan lainnya, termasuk sarana penerangan.
 
Begitupula sambungan jaringan WiFi. “Sementara di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, segala aktivitas mulai jarang dilakukan. Jika ada kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.
wartawan
PAM
Category

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click

Berikan Penghargaan Tertib Administrasi, Wabup dan Ketua WHDI Badung Serahkan Akta Kematian

balitribune.co.id | Mangupura - Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menunjukkan komitmen pelayanan publik yang responsif dan humanis dengan melayat ke rumah duka almarhum Sang Bagus Nyoman Arka di Jalan Poppies Line II, Gang Ronta, Banjar Pering, Kuta, Senin (23/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mengenal Tradisi Mbed-Mbedan di Desa Adat Semate Badung, Layaknya Tarik Tambang Tapi Talinya 'Bun Kalot'

balitribune.co.id I Mangupura - Mengawali hari Ngembak Geni atau sehari setelah Hari Raya Nyepi, warga Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kabupaten Badung, Bali, menggelar tradisi Mbed-Mbedan, Jumat (20/3/2026). Tradisi unik yang menyerupai permainan tarik tambang ini diikuti dengan antusias oleh puluhan warga dari berbagai kalangan usia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.