Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

WN Tiongkok Sudah Sebulan Beraksi di Bali

Para pelaku kriminal warga negara Tiongkok saat diamankan di Mapolda Bali.

BALI TRIBUNE - Meski masih menunggu kedatangan pihak kepolisian Tiongkok, penyidik Polda Bali terus melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 64 warga Tiongkok yang diamankan di empat lokasi di wilayah Denpasar dan Kabupaten Badung, Kamis (11/1) lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun Bali Tribune siang kemarin, para pelaku sudah sebulan berada di Bali. Menariknya, guna mengelabui petugas Imigrasi Kelas 1 Khusus Ngurah Rai, para pelaku masuk melalui jalur darat melalui pintu masuk Gilimanuk. "Mereka dari Tiongkok turunnya di Surabaya, setelah itu baru ke Bali melalui jalur darat," ungkap seorang sumber di lingkungan Polda Bali, kemarin.

Dari hasil pengembangan sementara, diketahui bahwa para pelaku menjadikan Bali sebagai markas mereka lantaran Bali merupakan tempat wisata sehingga petugas susah mendeteksi keberadaan dan tujuan mereka datang ke Bali.

Setelah tiba di Bali, puluhan sindikat yang merupakan satu jaringan diotaki oleh  Yap Kok Heong dan Liao Jui Ko ini merekomendasikan agar tinggal di 4 TKP. Sebanyak 24  orang termasuk dua otak penipuan itu kontrak rumah di Jalan Tukad Badung XXI Nomor 22 Renon Densel. Dari 24 orang tersebut  22 orang di antaranya berasal dari Tiongkok, 1 orang asal Malaysia, dan 1 orang asal Indonesia.

Sedangkan di Perum Pecatu Indah Resort Jalan Sahadewa I Nomor. A1/47, Badung, terdapat 16 orang WNA asal Tiongkok yang diamankan. Mereka terdiri dari 7 pria dan 9 orang perempuan. Sementara yang kontrak di Jalan Darmawangsa, Gang Kutuh 2 Nomor IX, Kuta Selatan, Badung,  ada  22 orang WNA. Mereka terdiri dari dua orang WNA Taiwan, dan 20 WNA Tiongkok. Kemudian yang mengontrak di Perum Golden Gate, Kepaon, Denpasar Selatan, diamankan dua WNA Tiongkok terdiri dari pasangan kekasih bernama Yu Xian Xian, dan Chen Qi.

"Orang tahunya mereka ke Bali untuk wisata, bukan untuk melakukan kejahatan. Buktinya, visa para pelaku untuk liburan bukan untuk bekerja,” terang petugas yang tidak mau namanya dikorankan ini.

Dalam beraksi, mereka menelepon warga negara Tiongkok secara acak. Mereka juga meretas beberapa akun perbankan dan mengintip rekening korban. Selanjutnya, para pelaku mengaku sebagai polisi atau kejaksaan negara Tiongkok dan mengatakan ke korban telah terlibat kejahatan.

Setelah korban merasa takut, pelaku meminta korban bertransaksi dengan cara mentransfer lewat bank. “Kami terus mendata dari mana saja WNA ini. Kebanyakan dari negara Tiongkok, tetapi ada WNI yang membantu dan memfasilitasi. Kami terus dalami keterlibatan orang lokal,” paparnya.

Hingga tadi malam, petugas masih mendata dan mengamankan para pelaku itu. Koordinasi dilakuan dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Asasi Manusia, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok dan Subdirektorat Cyber Crime Bareskrim Polri juga Polisi Tiongkok.

“Modus mereka contoh seperti di Indonesia, nipu dengan modus  bilang anak atau kerabat calon korban ditangkap polisi, terlibat narkoba, dan masuk RS lalu minta kirim uang,” urai sumber itu.

Kabidhumas Polda Bali Kombes Pol Hengki Widjaja mengaku masih melakukan pendalaman. Katanya, sambil menunggu Lepolisian dari Tiongkok, pihaknya sementara dalami keterangan para pelaku. “Dalam waktu dekat akan kita rilis,” ujarnya.

wartawan
Redaksi
Category

PT Pegadaian Dukung Mandalika Kartini Race 2026

balitribune.co.id | Lombok - Ajang balap khusus perempuan, Mandalika Kartini Race 2026 resmi digelar pada 1–3 Mei 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini menjadi simbol kuat semangat emansipasi perempuan yang terinspirasi dari perjuangan Raden Ajeng Kartini, sekaligus menegaskan kiprah perempuan dalam dunia otomotif yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bos Grand Bumi Mas Tersangka, Gelar Perkara di Bareskrim Menuai Kontroversi

balitribune.co.id | Denpasar - Kasus dugaan penyerobotan tanah oleh bos Grand Bumi Mas berinisial YC tiba-tiba ditangani Pengawas Penyidikan (Wassidik) Bareskrim Polri pascaditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Bali dan permohonan praperadilan ditolak Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada 22 Desember 2025.

Baca Selengkapnya icon click

Buka Bimtek Ecoprint di Desa Abang, Ny. Mas Parwata Dorong IKM Tenun Cacag Karangasem "Naik Kelas"

balitribune.co.id | Amlapura - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, terus bergerak cepat memacu kreativitas perajin di Bumi Lahar. Pada Senin (4/5/2026), Ny. Mas Parwata secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Eco Print bagi Sentra IKM Tenun Cacag Mekar Sari, yang bertempat di Aula Kantor Perbekel Desa Abang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terlibat Prostitusi Online di Bali, Tiga WNA Diciduk Imigrasi

balitribune.co.id I Denpasar - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar melalui Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) meringkus tiga warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat praktik prostitusi online. Ketiganya diamankan dalam operasi pengawasan di dua lokasi berbeda, yakni wilayah Mengwi dan Renon, pada Senin (4/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

TPA Mandung Hanya Terima Residu, Ruas Jalan Tabanan Dikepung Sampah

balitribune.co.id I Tabanan - Sejumlah ruas jalan protokol di Kota Tabanan dan Kecamatan Kediri dikepung tumpukan sampah, Senin (4/5/2026). Kondisi ini merupakan dampak dari kebijakan ketat TPA Mandung yang kini hanya menerima sampah residu serta kewajiban pemilahan sampah dari sumbernya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.