Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dewan Bangli Sayangkan Ketidakpastian Anggaran Porprov

Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika SH
Bali Tribune / Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika SH

balitribune.co.id | Bangli - Belum adanya kepastian anggaran yang diterima KONI Bangli untuk membiayai ajang Porprov mendapat tanggapan dari kalangan DPRD Bangli. Mereka sangat menyayangkan hal tersebut sampai terjadi, padahal tahapan dari event olah raga dua tahun tersebut telah mulai.

Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika mengatakan, sejatinya hal tersebut tidak sampai terjadi, pasalnya ajang Porprov merupakan kegiatan yang sifatnya tidak mendadak dan sudah menjadi agenda rutin. 

”Porprov merupakan ajang rutin dilaksanakan, sehingga untuk persiapan tidak sampai menghadapi kendala,” ujarnya, Minggu (23/3).

Politisi PDI-P ini berjanji akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait di Pemkab Bangli. Kata Suastika, jika seandainya belum dianggarkan dalam APBD 2025, maka Bupati yang memiliki kewenangan atas anggaran diharapkan segera melakukan penyesuaian. Hal itu dianggap penting karena tahapan Porprov Bali sudah dimulai dan tentunya membutuhkan anggaran. 

“Kalau ingin ada perubahan atau pergeseran anggaran, silakan ajukan, lakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Suastika seraya menambahkan ajang Porprov tidak bisa dipisahkan membawa gengsi nama daerah.

Pihaknya tidak ingin karena masalah anggaran persipan atlet menjadi terlambat. Dengan tegas politisi asal Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku ini mengatakan belum adanya kejelasan anggaran pelaksanaan Porprov harus menjadi perhatian serius pemerintah. Pihaknya  juga berpesan agar persoalan semacam ini menjadi pembelajaran ke depan. 

“Harus cermat merancang anggaran,” tegas Suastika yang juga Ketua Umum Lemkari Bangli.

Sebelumnya, Sekretaris Umum KONI Bangli, Achmad Agus Tahar menyampaikan bahwa pihak KONI sebenarnya telah mengajukan permohonan hibah untuk pelaksanaan Porprov Bali sejak 2024, bersamaan dengan hibah operasional. Namun hingga kini, belum ada kepastian. KONI berharap hibah yang diterima setidaknya sama dengan edisi sebelumnya, yakni sekitar Rp 3,2 miliar. 

"Hibah Rp1,5 miliar untuk operasional KONI memang sudah cair, namun untuk pelaksanaan Porprov sama sekali belum ada anggaran, sedangkan di daerah lain sudah pada cair," kata Tahar. 

wartawan
SAM
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.