Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tiga Bersaudari Eksistensikan Balinese Fire Dance

atraksi tari api
Bali Tribune / ATRAKSI API - Penampilan penari bersaudari di Gianyar yang padukan tradisi dengan atraksi api.

balitribune.co.id I Gianyar - Kreativitas anak muda Bali kembali melahirkan inovasi di bidang seni pertunjukan. Tiga bersaudari asal Gianyar berhasil mengembangkan Balinese Fire Dance, sebuah pertunjukan yang memadukan keindahan tari tradisional Bali dengan atraksi api tanpa meninggalkan pakem budaya yang diwariskan leluhur.

Pertunjukan yang mulai dikembangkan sejak 2015 tersebut lahir dari kolaborasi keluarga. Berawal dari aransemen musik karya sang paman di Sanggar Giri Anyar yang menggabungkan gamelan Bali dengan sentuhan ritme modern. Ketiga bersaudari itu kemudian mengembangkan konsep pertunjukan yang unik dan berbeda.

Desak Wiwin Maya Genitri, salah satu kreator Balinese Fire Dance, menjelaskan bahwa proses penciptaan karya tersebut melibatkan peran masing masing anggota keluarga. Sang kakak, Desak Novi, menyusun alur cerita dan narasi pertunjukan, sementara Wiwin bertanggung jawab pada koreografi yang tetap berlandaskan pakem tari Bali. 

“Tantangan terbesar adalah menjaga karakter dan identitas tari Bali agar tetap kuat meskipun dipadukan dengan atraksi api yang modern dan dinamis,” ujarnya usai tampil di Biji World, Desa Mas, Ubud, Minggu (7/6/2026). 

Sementara itu, adiknya, Desak Komang Juni Pertiwi berperan sebagai perancang kostum sekaligus penari. Kostum yang digunakan tidak hanya menampilkan estetika khas Bali, tetapi juga dirancang dengan memperhatikan keamanan para penari saat berinteraksi dengan api.

Kolaborasi ketiga bersaudari tersebut melahirkan sebuah pertunjukan yang mampu menghadirkan pengalaman visual yang memukau sekaligus sarat nilai budaya. Balinese Fire Dance menjadi bukti bahwa seni tradisi dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

Melalui karya ini, mereka berharap semakin banyak generasi muda Bali yang berani berinovasi dan mengembangkan seni budaya daerah dengan tetap berpegang pada nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. 

wartawan
ATA
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.