Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Prasasti Ujung 932 Saka, Ingatkan Karangasem Sebagai Jalur Rempah Dunia

Bali Tribune / Pameran dan Pertunjukan Theater Multimedia Baru Usaba Bali di taman Sukasadha Ujung

balitribune.co.id | Amlapura - Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah dalam melestarikan rempah-rempah dan masakan tradisional khas Karangasem yang menggunakan berbagai rempah dan bumbu dapur, baik untuk hidangan keluarga sehari-hari maupun untuk keperluan upacara atau Usabha di Kabupaten Karangasem.

Kali ini Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Bali, bekerjasama dengan Pemkab Karangasem, Prodi Arkeologi Universitas Udayana dan para seniman, menggelar program penguatan jalur rempah dengan melaksanakan kegiatan Pameran dan Pertunjukan Teater Multimedia Baru Usaba Bali. Bertempat di Taman Sukasadha Ujung, Karangasem, Jumat (23/10/2020) petang.

Kristiawan, Dosen Arkeologi, Universitas Udayana, yang juga anggota panitia penyelenggara kegiatan, kepada Bali Tribune menyampaikan, jika kegiatan ini sengaja dilaksanakan untuk mengingatkan kembali kepada sejarah, dimana Kabupaten Karangasem dulunya sangat terkenal dengan hasil rempaah dan bumbu dapurnya, sehingga Karangasem menjadi salah satu jalur rempah dunia pada masa penjajahan.

“Kegiatan ini juga sekaligus sebagai upaya pelestarian berbagai menu masakan tradisional khas Karangasem yang menggunakan racikan bumbu rempah-rempah, baik untuk menu masakan keluarga maupun untuk keperluan upacara keagamaan atau Usabha,” tandasnya.

Kegiatan terbagi menjadi empat jenis, yaitu pameran video interaktif Usaba Bali, Pameran dan demonstrasi ilustrasi komik serta prasi khusus konten Jalur Rempah, performance musik sekaa Genggong, dan terakhir theater multimedia baru ”Kukusan Paon.”

“Tentang Rempah” ini menurutnya yang menjadi salah satu alasan bangsa Eropa begitu berminat untuk menguasai Indonesia adalah karena kekayaan rempahnya, namun kenyataannya perdagangan rempah telah berlangsung jauh sebelum bangsa Eropa datang ke Indonesia. Perdagangan rempah yang begitu masif dilakukan ketika itu berakibat terjadinya persilangan budaya antar satu daerah dengan daerah yang Iain.

“Rempah-rempah kepulauan Indonesia semakin lama semakin dikenal dunia. Setidaknya pada abad ke-7 Masehi, pelayaran dan perdagangan dari Asia Timur, Asia Selatan dan Asia Barat bergerak menuju Nusantara untuk berburu rempah yang bernilai tinggi,” ulasnya.

Lihat foto : Pameran dan pertunjukan theater multimedia Baru Usaba Bali di Taman Sukasadha Ujung

Pulau Bali merupakan pulau eksotik yang terletak diantara gugusan pulau-pulau kecil di antara pulau Jawa bagian timur dan Nusa Tenggara. Jaringan yang menjadi pintu masuk terbukanya hubungan dengan pihak luar melalui jalur perairan diperkirakan terjadi di hampir seluruh sisi wilayah Bali. Salah satu yang menarik untuk di ungkapkan adalah perkembangan wilayah Timur Bali yang menjadi koridor masuknya interaksi Bali dengan pihak luar.

Setidaknya kata Kristiawan terdapat tiga obyek yang telah masuk dalam koridor Bali sesuai agenda nasional terkait jalur rempah, yaitu eksistensi Puri Karangasem yang menggambarkan akulturasi budaya baik dari sisi tangible serta intangiblenya, taman Soekasada Ujung Karangasem dan Tulamben liberty shipwreck yang mewakili situs masa perang dunia ll. “Ketiga obyek tersebut sementara ini sudah masuk dalam daftar titik atau obyek pendukung jalur rempah provinsi Bali yang terdata secara nasional,” bebernya.

Prasasti yang yang secara jelas menggambarkan aktifitas masyarakat pesisir di Kabupaten Karangasem salah satunya adalah prasasti Ujung yang berangka tahun 932 saka atau 1010 Masehi. Dalam prasasti Ujung menyebutkan ketentuan-ketentuan, hak dan kewajiban yang diberikan raja kepada masyarakat desa Jung Hyang (Ujung). Data yang menarik diantaranya adalah masyarakat dibebaskan dari pungutan, iuran atau pajak jika hendak bepergian ke luar daerah seperti ke jawa, ke gurun (para ahli meyakini sebagai pulau Nusa Penida) dan ke daerah seberang manapun.

Dalam prasasti juga disebutkan jika masyarakat Jung Hyang diperkenankan menggunakan perahu milik desa dan tidak harus menggunakan perahu dengan dua cadik. Berdasarkan prasasti tersebut tampak bahwa masyarakat Desa Ujung pada awal abad ke-10 Masehi telah terbiasa mengarungi lautan. Dalam lempeng yang berbeda disebutkan juga bahwa masyarakat desa Ujung diperkenankan untuk mengeluarkan atau menjual rempah-rempah ke desa atau wilayah lain.

Berdasarkan prasasti tersebut kiranya sudah cukup jelas tentang keberadaan rempah-rempah di abad ke10 Masehi. Mengenalkan eksistensi rempah dimasa |alu serta aktualisasinya dimasa kini dapat disampaikan dalam berbagai teknik dan media, salah satunya adalah multimedia.

“Tema khusus dalam kegiatan ini adalah ”Usaba Bali”, yaitu mengangkat potensi penggunaan rempah sebagai bagian dari aktifitas upacara adat dan tradisi masyarakat Bali,” sebut Kristiawan. Nah melalui pertunjukan theater multimedia baru ini, masyarakat diharapkan dapat melihatnya sebagai refleksi tumbuhnya semangat konservatif kasanah kekayaan budaya, kejayaan budaya maritim serta eksistensi rempah sebagai komoditi potensial yang mendunia.

Secara inklusif pesan tersebut dapat menumbuhkan semangat penguatan sejarah jalur rempah yang tidak Iekang oleh perubahan jaman dan waktu. Melaui pertunjukan ini pula, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa eksistensi rempah di Bali bukan hanya sekedar penguat rasa dan memberi warna, namun juga sebagai simbol yang mewakili wujud rasa syukur kepada leluhur dan Tuhan sebagai sang pencipta.

“Setidaknya fakta-fakta tersebut terlihat jelas dalam prosesi upacara Usaba yang berkembang di Bali sejak masa Bali Kuno,” tutupnya.

wartawan
Husaen SS.

Dua Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Ditemukan Saat Proses Evakuasi Bangkai Kapal

balitribune.co.id | Negara - Proses pengangkatan bangkai Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya tengah berlangsung di perairan Selat Bali. Dalam waktu bersamaan dua jenazah yang diduga kuat merupakan korban kecelakaan kapal tersebut ditemukan mengambang di Peraian Selat Bali dan sekitar Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (1/2). 

Baca Selengkapnya icon click

BPK Nilai Operasional Bank BPD Bali Efektif Dukung Fungsi Intermediasi Perbankan

balitribune.co.id | Denpasar - Bank BPD Bali menerima penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Bali, Jumat (30/1/2026) di Gedung BPK Perwakilan Provinsi Bali, Renon, Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lawan Mafia Tambang, Menhan Sjafrie: Ada yang Tampil Legal tapi Tindakannya Ilegal

balitribune.co.id | Bogor - Pemerintah memastikan tidak ada lagi ruang bagi praktik pertambangan ilegal yang menggerogoti kekayaan alam Indonesia. Melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), seluruh aktivitas tambang ilegal di berbagai wilayah Tanah Air akan ditindak tegas tanpa pandang bulu.

Baca Selengkapnya icon click

Sambut Awal Tahun, Pasar Murah Kembali Digelar Artha Graha Peduli dan Discovery Kartika Plaza Hotel

balitribune.co.id | Kuta - Artha Graha Peduli (AGP) kembali menggelar Pasar Murah di awal tahun 2026, tepatnya pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial berkelanjutan AGP dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga pangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jaga Stabilitas Organisasi, OJK Tunjuk Pejabat Pengganti Anggota Dewan Komisioner

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjamin kesinambungan kepemimpinan dan kelancaran pelaksanaan tugas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan serta pelindungan konsumen dan masyarakat dengan melakukan penunjukan Pejabat Pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) yang ditetapkan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta hari ini.

Baca Selengkapnya icon click

Ekspansi ke Pulau Dewata, Changan Resmikan Dealer Pertama di Bali via Top Motor

balitribune.co.id | Mangupura - Pabrikan mobil listrik asal Tiongkok, Changan Automobil memperluas penetrasi pasar di Indonesia dengan membuka oulet pertama  di pulau Dewata. Di Bali Produsen mobil yang telah tersebar lebih dari 130 negara dan memulai debut di Indonesia GJAW 2025 bernaung dibawah bendera Top Motor Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.