Hendak Dicerai Isteri, Pria Bondowoso Nekat Gantung Diri Hingga Tewas | Bali Tribune
Diposting : 25 April 2021 20:06
Bernard MB. - Bali Tribune
Bali Tribune / Petugas lakukan olah TKP kasus bunuh diri Joko Sutanto, Sabtu (24/4).
balitribune.co.id | Denpasar - Aksi nekat dilakukan Joko Sutanto (43). Lelaki asal Bondowoso, Jawa Timur memilih bunuh diri dengan cara gantung diri lantaran mau diceraikan oleh isterinya, Indriana. Korban ditemukan tewas gantung diri di tempat tinggalnya di Jalan Kebo Iwa Selatan Gang Kepundung Nomor 3A Padangsambian Kaja, Denpasar, Sabtu (24/4) pukul 18.00 Wita.
 
Informasi yang berhasil dihimpun Bali Tribune mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh iparnya, Dedi Junaidi (27). Saat itu, ia pulang kerja lalu membuka pintu kamar dan kaget melihat pintu belakang terlihat terang. Selanjutnya ia menuju belakang dan melihat kakak iparnya itu telah tergantung di pintu belakang dengan menggunakan tali plastik dalam kondisi lidahnya menjulur. Melihat kejadian tersebut, ia turun ke lantai satu lalu meminta tolong kepada tetangga kos bernama Kasudi, dan selanjutnya dilaporkan kepada Kelian Dinas dan pemilik kos kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.
 
"Keterangan dari iparnya ini, bahwa korban ada masalah dengan istrinya yang saat ini ada di Jawa. Dia mendengar hal tersebut dari kakak perempuanya yang tidak lain adalah istri korban bernama Indriana, dan sempat bilang mau cerai dengan korban," ungkap Kasubbag Humas Polresta Denpasar, IPTU Ketut Sukadi.
 
Saat polisi tiba di TKP, korban masih tergantung di pintu kamar belakang dengan menggunakan tali plastik, memakai celana panjang warna coklat, sabuk dan baju kaos hitam berisi gambar bintang dalam posisi penghadap ke utara. Selanjutnya oleh tim Identifikasi Polresta Denpasar, korban diturunkan dengan memotong tali yang mengikat leher. Selanjutnya dibaringkan di kasur di atas lantai.
 
Dalam pemeriksaan identifikasi Polresta, korban dinyatakan bunuh diri karena tidak ditemukannya adanya tanda - tanda kekerasan. Selain itu, lidah korban menjulur dan menggeluarkan air kencing. Pukul 20.00  wita, jenasah diangkut menggunakan mobil ambulan BPBD Kota Denpasar dibawa ke RS Sanglah Denpasar.
 
"Korban bunuh diri diduga karena mau diceraikan istrinya. Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan, baik benda tajam maupun benda tumpul," ujarnya.