Balitribune.co.id | Amlapura - Arus kendaraan pemedek Menuju Pura Agung Besakih untuk menghaturkan Bakti Penganyar, Minggu (16/4/2023), berlangsung sangat padat. Kemacetan panjang kendaraan pemedek terjadi hingga 15 kilometer, dari dan menuju Pura Agung Besakih.
Kemacetan terparah terjadi dari jalur Klungkung menuju Pura Besakih. Sejumlah Pemedek yang akan Medek Tangkil Ngaturang Bakti Penganyar Ke Pura Agung Besakih, mengatakan jika kemacetan panjang sudah terjadi dari kelokan Bukit Jambul, di perbatasan dengan Kabupaten Klungkung. “Saya mulai kena macet di tanjakan Bukit jabul, Rendang. Macet total pak! Saya dah tiga jam kena macet dan baru sampai di menanga,” lontar I Gede Sandeh, salah seorang Pemedek asal Bajra, Tabanan.
Hal senada juga dikatakan I Kadek Adi, pemedek asal Desa Seraya, Karangasem. dia bersama keluarganya baru mendapatkan libur, sehingga menyempatkan diri untuk Medek tangkil ke Pura Agung Besakih melakukan persembahyangan Bakti Penganyar. Namun tiba di areal rafting di simpang Batusesa, dirinya terjebak macet. “Dari simpang Batusesa itu dah mulai macet pak! nah yang parah itu pas sampai di Desa Rendang mau ke pertigaan Peringalot. Disana macet total, karena kendaraan dari arah Klungkung, Nongan juga macet,” sebutnya.
Petugas gabungan dari Kepolisian, TNI dan Dinas Perhubungan pun harus bekerja keras merekayasa arus lalulintas, guna mengurai kemacetan panjang kendaraan pemedek. Semenytara itu, membludaknya kendaraan pemedek ke Pura Agung Besakih juga membuat Gedung Parkir Manik Mas, tidak mampu lagi menampung kendaraan pemedek yang terus berdatangan.
Kemacetan pun terjadi, petugas akhirnya kembali membuka jalur menuju Pura Dalem Puri dan mengarahkan kendaraan Pemedek untuk parkir di lahan-lahan parkir pribadi milik warga setempat. Ini pun dimanfaatkan oleh pemilik lahan parkir pribadi untuk melayani parkir kendaraan Pemedek. Untuk sekali parkir di lahan parkir pribadi, pemedek harus membayar Rp. 10.000, sedangkan untuk parkir di Gedung Parkir Manik Mas pemedek hanya cukup membayar Rp. 5000 saja.
“Nggih dibuka kembali pak, karena Parkir mobil di Manik Mas sudah kepenuhan. Untuk sekali parkir Rp, 10.000 pak!” ujar I Ketut Karta, tukang atur parkir di salah satu lahan parkir pribadi di barat Bencingah Pura Besakih. Kendati demikian, sejumlah anggota kepolisian diarahkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalulintas yang menuju Ke Pura Agung Besakih memalui jalur Pura Dalem Puri.
Ribuan pemedek juga antre bedesakkan untuk masuk ke Penataran Agung Pura Besakih, untuk melaksanakan persembahyangan Bakti Penganyar dalam rangkaian Karya Agung Ida Betara Turun Kabeh. Bahkan sejak Subuh pemedek sudah berdatangan dan antre berdesakkan masuk ke dalam Penataran Agung.
Untuk Bakti Penganyar pada Minggu (16/4/2023) dilaksanakan oleh Panitia Karya, yang diikuti oleh ribuan pemedek dari seluruh Bali. Sementara sesuai dengan SE Gubernur Bali Nomor 03 Tahun 2023, pada tanggal 17 April 2023 mendatang, merupakan kesempatan bagi pemedek dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Timur, untuk menghaturkan Bakti Penganyar Ke Pura Agung Besakih.