balitribune.co.id | Amlapura - Dampak kemarau Panjang dan kekeringan makin dirasakan sulit oleh Sebagian besar warga di Kecamatan Kubu, dan di Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem. Dua wilayah ini memang dikenal sebagai daerah tandus, sehingga saat musim kemarau panjang seperti sekarang ini, air bersih lebih berharga dari emas.
Di Desa Seraya Timur, dalam sebulan warga yang tinggal di daerah perbukitan harus mengeluarkan uang hingga satu juta rupiah setiap bulannya hanya untuk membeli air bersih dari mobil tangka. Kondisi ini dialami Sebagian besar warga salah satunya warga di Dusun Bukit Catu, Desa Seraya Timur.
Sejak satu-satunya sumber air bersih yang berada di atas bukit tersebut kering dan mati, warga yang tidak memiliki cukup uang harus berjuang keras untuk mendapatkan air bersih, kendati harus turun gunung dan berjalan kaki hingga lebih dari 7 kilometer, ke rumah warga yang berada di pinggir jalan untuk meminta air bersih.
Sementara bagi warga yang memiliki uang, biasanya akan membeli air bersih dari mobil tangki dengan harga Rp. 350.000 - 400.000, rupiah pertangkinya untuk isian 5000 liter. Air yang dibeli dari mobil tangka tersebut selanjutnya ditampung dan disimpan dalam cubang air. “Saya sebulannya habis sampai satu juta rupiah untuk membeli air bersih dari mobil tangka. Ya seperti itu pak, kami tidak punya pilihan lain karena memang saat ini tidak ada air bersih. Kemarau panjang saat ini sangat terasa sekali dampaknya,” ungkap Wayan Wikana, Warga Dusun Bukit Catu, Seraya Timur, Karangasem, kepada Bali Tribune, Rabu (18/10/2023).
Sementara itu, untuk membantu meringankan beban warga di beberapa dusun di Seraya Timur yang mengalami kesulitan air bersih, BPBD Karangasem, menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangka. Salah satunya disalurkan ke Dusun Bukit Catu. Medan yang berat tidak menyurutkan petugas dari BPBD Karangasem untuk menyalurkan air bersih yang sangat ditunggu oleh warga di dusun tersebut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Karangasem, I Putu Eka Tirtana, kepada Bali Tribune menyampaikan, penyaluran bantuan air bersih ini merupakan permintaan dari warga. Sebelumnya memang ada permohonan yang diajukan warga ke BPBD. Permohonan bantuan air bersih itu langsung direspon cepat. “Kali ini kami menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Bukit Catu. Kapasitas 5000 liter dan ini nantinya akan dipergunakan oleh 40 Kepala Keluarga dengan 100 jiwa,” tegas Eka Tirtana.
Air bersih tersebut ditampung di salah satu cubang milik warga, dimana nantinya warga yang membutuhkan air bersih bisa mengambilnya di sana.