balitribune.co.id I Tabanan - Warga Desa Adat Kelating di Kecamatan Kerambitan berswadaya agar bisa memperbaiki kerusakan jalan di lingkungan Banjar Dauh Jalan yang jebol sebulan lalu. Upaya mandiri yang dilaksanakan pada Minggu (8/3/2026) ini dilakukan lantaran kerusakan tersebut belum mendapatkan penanganan dari pemerintah daerah.
Selain itu, jalan yang rusak itu merupakan akses untuk prosesi melasti ke Pantai Kelating menjelang hari suci Nyepi di 2026 yang kurang dari dua minggu lagi. Di luar kegunaan utamanya dalam waktu dekat sebagai akses melasti, jalan itu juga menjadi jalur utama yang menghubungkan Kelating ke Desa Tibu Biu atau Tanah Lot di Kecamatan Kediri.
Bendesa Adat Kelating, Dewa Made Maharjaya, menjelaskan bahwa kerusakan jalan itu sejatinya sudah dicek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tabanan.Bahkan, rencananya perbaikan terhadap badan jalan yang jebol itu akan mulai dilaksanakan pada 28 Februari 2026 lalu. “Kami sudah senang karena sudah dicek dan direncanakan diperbaiki. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” kata Dewa Maharjaya.
Ia menjelaskan, perbaikan secara swadaya ini hanya bersifat darurat agar mobil atau motor bisa melintas untuk kepentingan mendesak, khususnya, melasti dalam waktu dekat ini. Apalagi kerusakan badan jalan itu sempat memicu terjadinya insiden kecelakaan, sehingga warga khawatir kejadian serupa terulang kepada pengguna jalan lainnya. “Kalau dibiarkan terlalu lama, kami khawatir kerusakannya makin parah dan benar-benar putus,” sebutnya.
Terkait dengan upaya swadaya dalam perbaikan jalan itu, Dinas PU Tabanan memastikan perbaikan secara permanen akan tetap dilakukan setelah Hari Raya Nyepi. Rencana perbaikan di awal tertunda lantaran adanya proses penyesuaian administrasi pasca pemekaran dinas serta kendala pengadaan material.
Sekretaris Dinas PU Tabanan, I Gde Partana, menyebut bahwa pihaknya telah mengalokasikan dana khusus untuk penguatan struktur jalan di lokasi tersebut. Rencananya, pemerintah akan memasang box culvert untuk memperkuat sisi pinggir jalan agar tidak mudah jebol kembali. “Perbaikan tetap kami lakukan setelah Nyepi dengan anggaran sekitar Rp 100 juta,” jawabnya dengan ringkas.