balitribune.co.id I Tabanan - Sebatang pohon mahoni berukuran besar tumbang di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Koripan Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, pada Minggu (12/4/2026) malam.
Insiden ini mengakibatkan dua unit mobil yang sedang melintas mengalami kerusakan serius akibat tertimpa batang pohon yang melintang di jalan.
Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi secara mendadak sekitar pukul 21.00 Wita. Beruntung, meski menimpa kendaraan yang sedang melaju, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah ini. “Kejadiannya sekitar pukul 21.00 Wita di lingkungan Banjar Koripan Kelod, Desa Abiantuwung,” ujar Berata pada Senin (13/4/2026).
Dua kendaraan yang terdampak adalah satu unit Toyota Vios warna putih yang mengalami kerusakan pada bagian depan. Selanjutnya, satu unit Honda HRV yang mengalami kerusakan pada kap depan dan bagasi belakang. “Nihil korban jiwa. Tapi, ada dua mobil mengalami kerusakan akibat tertimpa batang pohon yang tumbang itu,” imbuhnya.
Seorang saksi mata yang merupakan pedagang ubi di sekitar lokasi, I Made Deni Permana, mengaku sempat mendengar suara mencurigakan sesaat sebelum pohon tersebut roboh. Ia awalnya mengira suara tersebut merupakan gangguan pada jaringan listrik. Rupanya, sumber bunyi itu berasal dari pohon yang tumbang secara tiba-tiba. “Seperti ada kabel korslet. Bunyi kretek-kretek. Tiba-tiba ada pohon tumbang yaitu jenis pohon mahoni,” kata Berata sesuai keterangan saksi.
Setelah kejadian, saksi segera menghubungi pihak desa dan meminta bantuan melalui media sosial untuk mempercepat proses evakuasi. Personel dari Polsek Kediri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan langsung meluncur ke lokasi untuk membersihkan material pohon. “Beberapa menit kemudian petugas dari Polsek Kediri dan BPBD Tabanan melakukan pemangkasan kayu tersebut,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, pohon mahoni tersebut tumbang diduga karena kondisi fisiknya yang sudah tidak kokoh lagi. Petugas mendapati bagian akar atau penyangga utama pohon tersebut sudah mengalami pelapukan. “Bagian akarnya sudah keropos,” pungkasnya.