balitribune.co.id I Amlapura - Serangan infeksi bakteri Streptococcus melanda peternakan babi milik warga di sejumlah desa di Kecamatan Abang, Karangasem, sejak beberapa bulan terakhir. Akibatnya, puluhan ekor ternak babi mati dan belasan ekor lainnya yang berhasil sembuh kini mengalami kelumpuhan.
Perbekel Desa Abang, I Nyoman Sutirtayana, membenarkan adanya temuan kasus infeksi bakteri tersebut di beberapa kandang milik warga di wilayahnya. Berdasarkan laporan, salah seorang peternak bahkan mengalami kerugian besar setelah sepuluh ekor lebih ternak babinya mati akibat terlambat mendapatkan penanganan medis.
"Benar, terjadi serangan penyakit Streptococcus di beberapa peternakan babi di desa kami. Kami menerima laporan bahwa ada belasan ternak babi milik warga yang mati akibat infeksi bakteri ini," ungkap Sutirtayana, Selasa (19/5/2026).
Gejala klinis yang dialami ternak babi cukup beragam, mulai dari demam tinggi, lemas, hilang nafsu makan, hingga gangguan saraf seperti sulit berdiri dan berjalan sempoyongan. Selain itu, puluhan babi yang dilaporkan berhasil sembuh juga harus menderita kelumpuhan pada bagian kaki.
Informasi di lapangan menunjukkan kasus serupa kini banyak ditemukan di beberapa kecamatan lain di Kabupaten Karangasem. Merespons fenomena ini, peternak diimbau segera melapor jika menemukan gejala penyakit pada ternaknya agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Warga juga diminta memperketat biosekuriti kandang, menjaga kebersihan, membatasi keluar-masuk ternak baru, serta menggunakan alat pelindung diri saat menangani babi yang sakit guna mencegah penularan penyakit.