Atasi Kesulitan Air Bersih, PDAM Klungkung Drop Tangki Warga Bukit Tangkid Gelogor | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 04 Desember 2020
Diposting : 30 January 2020 01:31
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ TANGKI AIR - PDAM Klungkung drop mobil tangki air atasi kesulitan air warga Bukit Tangkit, Gelogor, Desa Pikat.
balitribune.co.id | Semarapura- Terjadinya krisis air bersih yang dialami warga Bukit Tangkid, Gelogor Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung disikapi cepat pihak PDAM Klungkung. Sejak pukul 8.30 Wita, Rabu (29/1), petugas PDAM Klungkung mengirimkan beberapa mobil tangki untuk mengatasi kesulitan air oleh warga ini.
 
Droping air kewilayah krisis air ini dibenarkan oleh Dirut PDAM Tirta Mahottama Nyoman Renin Suyasa. Menurutnya, pihaknya PDAM Tirta Mahottama Kabupaten Klungkung melakukan droping Air melalui mobil Tangki ke Bukit Tangkid Dusun Glogor, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung untuk membantu masyarakat yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang ini. “Kita berupaya membantu masyarakat Bukit Tangkid, Gelogor, Pikat sesuai kebutuhan masyarakat di sana yang kesulitan mendapatkan air bersih dan air minum untuk kebutuhan sehari-hari karena akibat kemarau panjang saat ini,” ujar Nyoman Renin Suyasa.
 
Nyoman Renin Suyasa menyebutkan, droping air yang dilakukan mobil tangki PDAM Klungkung ini dilaksanakan mulai dari jam 8.30 Wita sampai selesai. “Sejak dilakukan pengiriman mobil tangki air sudah 3 kali kita lakukan dan target kita 7 kali sampai sore ini berlanjut sesuai permintaan di lapangan,” ujar Nyoman Renin Suyasa yang memimpin kegiatan tersebut.
 
Seperti diketahui, warga Bukit Tangkid Dusun Gerogol Desa Pikat, Dawan, Klungkung sejak beberapa hari ini kesulitan mendapatkan air bersih dan air minum karena musim kering yang berkepanjangan. Sebanyak 87 KK warga yang bermukim dikawasan tersebut sejak 3 bulan belakangan ini kesulitan mendapatkan air bersih dan air minum karena musim kering yang berkepanjangan, semua cubang mengering dan sumur resapan air yang diandalkan warga juga mengering. "Warga yang mengalami kesulitan air bersih di Glogor atas, jumlhnya sekitar 87 KK," ujar Perbekel Pikat Wayan Navy Sudarsa membenarkan warganya mengalami kesulitan air. 
 
Warga setempat yang hanya mengandalkan air rembesan dalam sumur, rela antre hingga 4 jam untuk bisa mendapatkan dua ember air. warga terpaksa secara bergilir atau antre mencari air hingga tengah malam karena kondisi debit air di sumber mata air di dusun setempat sudah mengecil.