Badung Utara ‘Dikepung” Longsor | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 28 September 2020
Diposting : 11 March 2020 07:22
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/ LONGSOR - Pembersihan jalan yang tertimbun longsor di Desa Sulangai, Petang, Selasa (10/3/2020).
Balitribune.co.id | Mangupura - Bencana tanah longsor ‘kepung’ kawasan Badung Utara dalam beberapa hari terakhir. Dua kecamatan yang menjadi sasaran longsor adalah Kecamatan Petang dan Abiansemal. 
 
Syukur bencana tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun sejumlah fasilitas publik seperti akses jalan dibeberapa titik terkubur longsor.
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Kabupaten Badung dibantu BPBD Provinsi Bali pun harus berjibaku menangani musibah yang terjadi di musim hujan ini.
 
Kejadian terbaru terjadi, Selasa (10/3). Longsor menutup akses jalan menuju Munduk Tegal Lantang, Subak Karang Dalem, Desa Selat, Abiansemal. Di lokasi ini, penanganan dilakukan secara manual dengan melibatkan masyarakat sekitar. Pembersihan akses jalan membutuhkan waktu sekitar 3 jam.
 
Sehari sebelumnya deretan bencana longsor juga terjadi di Kecamatan Petang. Yakni, tiga titik longsor di Banjar Abing. Longsor membuat akses jalan warga tertimbun.
 
Dua titik longsor juga terjadi di Banjar Wanakeling yang membuat jalan menuju Pura Pucak Tedung tertutup material longsor. Selain itu, longsor juga menguruk Jalan Raya Angantiga, Petang.
 
Nah, dengan adanya bencana ini, BPBD Badung dibantu BPBD Provinsi Bali, pihak kecamatan dan desa setempat sudah melakukan pembersihan dengan cara gotong royong. Di beberapa titik yang tidak bisa dibersihkan secara menual dibersihkan menggunakan alat berat bego. Bego ini disewa oleh pihak desa, lantaran bego milik PUPR difungsikan di tempat lain.
 
“Iya, tanah longsor di Sulangai terjadi Senin lalu, tapi baru ditangani hari ini (Selasa, red),” ungkap Kepala BPBD Badung Bagus Nyoman Wiranata saat dikonfirmasi, Selasa (10/3).
 
Pihaknya mengaku sempat memasang police line untuk memberi rambu-rambu kepada masyarakat agar berhati-hati di lokasi tersebut. Sebab, bukan tidak mungkin terjadi longsor susulan.
“Untuk longsor di Petang pengguna jalan sempat kita arahkan mencari jalur alternatif, karena material longsor tidak bisa langsung dibersihkan. Tapi, per hari ini (kemarin) sudah berhasil kita bersihkan,” katanya.
 
Untuk memastikan agar jalan benar-benar bersih dan tidak licin, pihaknya juga menggandeng Damkar Badung untuk melakukan penyemprotan jalan. “Damkar ikut membersihkan biar tidak licin,” tukas Wiranata.