Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Banyak Nelayan dan Perantau, Partisipasi Masyarakat Ditargetkan 80 Persen

Bali Tribune/ I Ketut Gede Tangkas Sudiantara
balitribune.co.id | Negara - Selain banyak masyarakat Jembrana yang berada di luar daerah karena merantau, penyelenggara pemilu di Jembrana dihadapkan dengan kondisi masyarakat pesisir yang pekerjaannya nelayan sehingga rentan untuk tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena melaut.
 
Hingga 10 hari menjelang pemungutan suara Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Rabu (17/4) depan, berbagai upaya masih dilakukan untuk meningkatkan pastisipasi masyarakat yang ditargetkan 80 persen.
 
Berdasarkan data yang diperoleh di KPU Kabupaten Jembrana, Minggu (7/4), dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan ke II (DPTHP II) total pemilih di Kabupaten Jembrana sebanyak 285.284 pemilih.
 
Ketua KPU Kabupaten Jembrana, I Ketut Gede Tangkas Sudiantara mengatakan  pada Pemilu 2019 ini partisipasi masyarakat di Jembrana ditargetkan mencapai 80 persen. Target itu juga menurutnya berkaca pada partispasi masyarakat pada perhelatan pemilihan sebelum-sebelumnya yang dikuinya masih rendah.
 
Ia menyebut partisipasi pemilih pada Pileg 2014 hanya 78 persen, Pemilihan Bupati (Pilbup) 2015 hanya 62,5 persen dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali hanya 68 persen.
 
“Pilkada yang anjlok. Kalau Pilbup kami adakan survei dan ternyata banyak pemilih di Jembrana dengan libur satu hari  tidak bisa pulang. Kalau Pilgub memang setelah Hari Raya Idul Fitri sehingga sampai ada yang 40 persen dan banyak yang tercatat di luar Jembrana. Pemilu 2019 sudah mendekati 100 persen valid data pemilihnya. Yang meninggal sudah kita tandai,” paparnya. 
 
Pihaknya mengaku memasang target 80 persen juga lantaran banyak masyarakat Jembrana yang bekerja sebagai nelayan.  “Yang 20 persen itu kan masyarakat di pesisir banyak yang jadi nelayan. Meskipun apapun, tapi kalau musim ikan mereka tidak mau mendarat,” ujarnya.
 
Begitupula, menurutnya banyak masyarakat Jembrana yang tinggal serta bekerja di luar daerah. Dibandingkan yang datang merantau ke Jembrana, jelas jauh lebih banyak perantau dari Jembrana yang keluar daerah. “Itu juga yang kami terima dari pindah pilih,” imbuhnya.    
 
Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat mulai sosialisasi door to door dengan menggerakkan Relawan Demokrasi (Relasi) menyasar basis-basis pemilih serta sosialisasi di desa oleh penyelenggara pemilu, serta menggelar sejumlah event yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat Jembrana. 
 
Sosialisasi pemilu ini, menurutnya sudah dimulai sejak awal tahapan pemilu dan akan digenjot hingga H-1 pencoblosan. Bahkan kini Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) digerakkan untuk mengajak pemilih datang ke TPS.
 
“Sejak awal kami sudah sosialiasi. Yang paling mengena adalah door to door dari Relasi dan PPS termasuk menyasar basis-basis nelayan,” ujarnya.
 
Pihaknya juga mendorong peserta pemilu baik itu partai politik, calon maupun pasangan calon untuk ikut meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu 2019 ini.
 
“Terus kita dorong seperti melalui data pemilih kita share, apakah simpatisan mereka sudah terdaftar atau tidak,” jelasnya dan menambahkan pihaknya berharap agar warga Jembrana yang di luar daerah memanfaatkan pindah pilih yang diperpanjang hingga Rabu (10/4) lusa.
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.