Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BI Bangun Ketahanan Pangan Melalui Ketahanan Alam

bawang
PENGUBINAN - Pengubinan bawang merah di kelompok tani Sari Pertiwi Songan Kintamani. (inzert: Nugroho Widiasmadi

Semarang, Bali Tribune

 Upaya mewujudkan kedaulatan sektor riil secara nyata dalam kerangka untuk mewujudkan kedaulatan negeri melalui tangan tangan pemuda dengan berbagai inovasi diharapkan mampu dengan cepat, hemat, dan sehat memproduksi pupuk, pestisida dan pakan organik perbaikan lingkungan konservasi alam serta energi bersih.

Ketika berbicara ketahanan pangan yang perlu dicermati awalnya yaitu bagaimana ketahanan alam itu sendiri. Demikian kata Dr Ir H Nugroho Widiasmadi, akademisi, peneliti, praktisi yang juga bagian dari Expert Pool Bank Central Indonesia (Tim ahli BI) di sela acara workshop dengan tajuk “Integrated Urbanfarming, Ketahanan Pangan dan Energi Terbarukan,” di ANSA School Semarang, Sabtu (18/6).

“Tanpa melihat ketahanan alam, ibaratnya seperti rumah tanpa pondasi. Ketahanan alam itu harus mutlak,” katanya. Selain diikuti oleh petani dari Bali yang selama ini jadi binaan BI Bali, juga diikuti masyarakat yang punya kepedulian akan pertanian. Lebih lanjut Nugroho menjelaskan, ketika akan memulai pertanian, tanah itu mesti sehat dahulu, inovasi ini sebenarnya yang mesti dipahami oleh para petani ataupun yang ingin bertani.

Contoh, katanya, tanah yang ada di Jawa saja kondisinya saat ini kurang sehat. “Atau bahkan tanah di Bali kondisinya yang kurang sehat, melalui workshop ini, tanah tanah yang rusak dengan PHnya mencapai 3 atau 4 bisa kembali disehatkan, dan kembali berproduktif,” ujarnya. Kalau tanah itu kembali disehatkan, maka dalam satu bulan tanah tersebut telah bisa diolah, namun demikian sebelun disemai tanah itu mesti diberi mikroba.

“Setelah sehat barulah tanah itu diberi mikroba, yang tujuannya agar tahan terhadap serangan penyakit,” jelasnya. Ia menuturkan, jenis tanah yang sehat itu satu gramnya mengandung 1 milyar mikroba. “Kalau sudah kebal akan penyakit, barulah bisa bertani dengan benar,” tukasnya.
Bertanipun katanya haruslah dengan benar yaitu dengan cara mengurai tanah dengan benar. “Kalau sebelum diurai tanah itu hanya bisa menyerap hanya 20 persen, namun setelah diurai mampu menyerap sekitar 90 persen, karena dengan diurainya tanah, tanah itu akan pecah dalam artian akan siap digarap,” imbuh Nugroho.
Ketika proses penyehatan lahan atau ketahanan alam melalui penguraian telah dilakukan, menurut Nugroho barulah bisa berbicara tentang ketahanan pangan yang terstruktur dari bawah. “Percuma kalau kita bicara ketahanan pangan dengan masih menggunakan pupuk kimia, ndak ada gunanya, pasalnya kualitas dan kuantitas tidak akan tercapai,” tukasnya. Yang mestinya dilakukan yaitu terstruktur dan terintegreted dari bawah. Inovasi pembuatan pupuk secara mandiri dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitar sangat memungkinkan.

 “Kalau petani itu pupuk, kalau hewan ya pakan, jadi konsep ini yang kita sebut integreted. Karena petani menggunakan jerami yang dicacah jadi pakan, sapinya ada kotorannya diolah jadi pupuk atau energi, jadi semua berputar, ini yang kita namakan integrated,” sebutnya. Menurutnya proses inilah yang dikerjasamakan dengan seluruh kantor Bank Indonesia, kecuali Papua, dan inovasi ini telah dilakukan sejak tahun 2004.
Dewi Setyowati, Kepala KpW Bali yang dihubungi secara terpisah, ketika dimintai komentarnya terkait workshop ketahanan pangan ini mengatakan, Workshop sangat bermanfaat terutama di setiap provinsi yang memiliki potensi pertanian tinggi. “Dengan potensi pertanian yang cukup tinggi, workshop ini sangatlah penting dan bermanfaat bagi selain bagi daerah juga bagi petani,” ucapnya singkat.
Tidak bisa dipungkiri jika upaya KpW BI Bali dengan adanya inovasi telah membuahkan hasil yang signifikan. Tentunya hal ini bisa dilihat dari hasil ubin padi tanpa organik tahun 2015, 4.5 ton /hektar, dibandingkan dengan tahun 2016 organik 7.88 ton/hektar . Subak pulagan awal 5,4 ton/hektar, tanam ke 2 hasil 7,8/hektar, tanam ke 3 hasil 9,4 ton/hektar. Subak Getas awal 5 ton/hektar, panen 1 hasil 7,2 ton/hektar. Subak Yangai awal 12 ton , panen organik hasil 18,6 ton/hektar. Kelompok Sari Pertiwi Songan bawang merah awal 9,5 ron/hektar , panen organik rata2 22 ton/hektar. Tulikup bawang merah 1 pengubinan 14,48 ton/hektar. Hasil 10plot terendah 10,7 ton /hektar, tertinggi 34,2 ton/hektar.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Bupati Pimpin HLM Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Jelang Idul Adha, Galungan dan Kuningan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Sekda Badung IB. Surya Suamba memimpin rapat High Level Meeting (HLM) terkait upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan Idul Adha, hari raya Galungan dan Kuningan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

'Bali Tourism Run 2026' Bakal Digelar di Jatiluwih Juni Mendatang

balitribune.co.id I Denpasar - Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DPD Bali siap menggelar ajang sport tourism (wisata olahraga) bergengsi bertajuk Bali Tourism Run 2026. Event lari ini akan dilaksanakan pada Minggu, 21 Juni 2026, dengan mengambil lokasi di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, yang telah mendunia sebagai situs warisan budaya.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bunda PAUD Denpasar Kawal Program Wajib Belajar 13 Tahun

balitribune.co.id I Denpasar - Bunda PAUD Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, membuka resmi Kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun di Kantor Camat Denpasar Selatan, Selasa (19/5/2026). Langkah ini merupakan komitmen daerah untuk menjamin akses pendidikan anak usia dini lewat Program 1 Tahun Prasekolah.

Baca Selengkapnya icon click

TP. Pembina Posyandu Badung Luncurkan Gerakan "Badung Peduli Residu" di Semarak Posyandu 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, resmi membuka Semarak Posyandu Kabupaten Badung Tahun 2026 di Banjar Kembangsari, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (19/5/2026). Acara ini dirangkaikan dengan peluncuran inovasi lingkungan hidup bertajuk "Gerakan Badung Peduli Residu" yang ditandai lewat pemukulan kulkul.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.