Bocah SD di Gianyar Korban Pertama Covid-19 | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 12 Juli 2020
Diposting : 1 June 2020 20:08
I Nyoman Astana - Bali Tribune
Bali Tribune / Ilustrasi - ist
balitribune.co.id | Gianyar - Warga Gianyar  dikejutkan dengan adanya kabar meninggalnya seorang Bocah SD dengan hasil tes swab positif Covid-19, Senin (1/6). Ironisnya, jenasah almarhum sempat disemayamkan di rumah duka, di Banjar Serongga Kelod, Desa Serongga, Gianyar dan dikubur tanpa protokol penguburan korban Covid 19 lantaran sebelumnya pasien hanya divonis menderita DBD. 
 
Dari informasi yang diterima, korban dengan inisial GALP (12) merupakan anak berjenis kelamin laki-laki asal Desa Serongga. Selama ini, korbab  tinggal di Jalan Dewi Sri, Batubulan, Sukawati. 
 
Korban sempat menderita demam sejak 24 Mei 2020 lalu dan sempat menjalani perawatan di rumah. Lantaran demamnya samakin tinggi, korban akhirnya dibawa ke rumah sakit Ganesha, Sukawati tanggal 28 Mei 2020. lantaran didiagnosa Supek DHF, bocah ini lantas dirapid test dengan hasil Reaktif. 
 
Karena terjadi penurunan kesadaran, pasien ini lantas dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar. Selama perawatan ini, pihak RSUP Sanglah melakukan swab test. Namun, pasien akhirnya meninggal sebelum hasil swab test keluar. Jenasah korban pun sempat disemayamkan di rumah duka sebelum di kuburkan. 
 
Prosesi penguburan pun dilaksanakan hari Minggu (31/5) tanpa Protokol penguburan jenasah penderita Covid-19. Senin (1/5) hasil swab test keluar dan menunjukan jika korban yang sudah dikubur ini positif menderita Covid 19. Keluarga, kerabat dan warga yang mengikuti prosesi penguburan pun kini was-was. 
 
Saat dikonfirmasi, Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya membenarkan jika bocah yang masih duduk di Bangku Sekolah Dasar itu meninggal dan hasil swab menunjukkan positif covid-19. 
 
Disebutkan , setelah meninggal, jenasah dibawa ke Serongga Kelod dan tidak langsung dimakamkan. "Ya memang sempat disemayamkan sementara di rumah duka , yakni di Balai Dangin. Karena saat jenasah dipulangkan hasil swab belum keluar," ungkap Wisnu.
 
Dibenarkan pula jika jenasah sudah di kubur sesuai prosesi Agama Hindu. Namun, Wisnu menekankan saat prosesi tidak disertai dengan prosesi nyiramin atau pemandian. "Pihak keluarga sudah curiga dengan kematian korban yang begitu cepat. Sehingga pihak keluarga berinisiatif tidak melibatkan banyak orang dan menjalankan protokol kesehatan penanganan covid-19," tekannya.
 
Hingga akhirnya, teka teki penyebab kematian korban terjawab sehari setelah dikubur. Setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar menerima laporan hasil SWAB dari RSUP Sanglah dengan hasil positif Covid-19. Dengan hasil ini, tim surveillance Diskes Gianyar disebutkan sudah berkoordinasi dengan pihak RS Ganesha, Puskesmas Sukawati untuk menelusuri histori perjalanan penyakit pasien. "Sudah dilakukan investigasi ke RS Ganesha dan ke rumah tempat tinggal pasien serta di rumah duka di Desa Serongga Kelod. Hari Selasa, kami akan 
laksanakan swab bagi keluarga yang kontak erat sebanyak 4 Orang. Untuk anggota keluarga dan kerabat yang terlibat dalam prosesi pemakaman masih dilakukan pendataan untuk dilakukan Rapid Test," pungkasnya.