Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bubut Noken As, Performa Mesin Meningkat

Bali Tribune/ Putu Suardika di bengkelnya.
Balitribune.co.id |  MEMODIFIKASI noken as atau yang lebih akrab dikenal dengan istilah "papas noken as" bertujuan meningkatkan efisiensi volumetrik dan mengubah karakter sebuah mesin agar menghasilkan tenaga yang lebih besar dan sesuai kebutuhan.
 
Putu Suardika selaku owner Bengkel Bubut Jaya Abadi Teknik di Jalan Pulau Moyo Gang Kusuma, Denpasar, menjelaskan, pada umumnya mengorek noken as bertujuan menambah atau memperlebar durasi noken as dengan maksud agar bukaan klep menjadi lebih lama.
 
Sehingga pasokan campuran udara dan bahan bakar yang mengalir ke silinder lebih banyak dan proses pembuangan sisa gas hasil pembakaran lebih optimal. Meski begitu, Suardika menegaskan, kapan klep mulai membuka dan menutup lah yang seharusnya diperhatikan.
 
Ia mengingatkan, jangan sampai klep terlalu awal membuka atau terlambat untuk menutup. Karena karakter mesin seperti torsi dan rentang tenaga sangat dipengaruhi oleh timing buka-tutup noken as. Bahkan konsumsi bahan bakar pun sangat dipengaruhi oleh hal ini.
 
"Durasi makin besar maka puncak tenaga akan bergeser ke putaran tinggi, sebaliknya bila durasi semakin kecil, puncak tenaga bergeser ke putaran yang lebih rendah, mesin cenderung menghasilkan tenaga di putaran bawah dan menengah,” ungkap Tu Celuk, sapaan akrabnya.
wartawan
Hendrikus B Kleden
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.