balitribune.co.id I Amlapura - Konflik di timur tengah mulai berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan asing ke Bali utamanya ke Kabupaten Karangasem.
Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, Minggu (5/4/2026), menyebutkan, berdasarkan laporan dari pengelola hotel dan restoran termasuk dari sejumlah Daya Tarik Wisatawan (DTW) di Kabupaten Karangasem, serta informasi dari pengurus PHRI di sejumlah kabupaten di Bali, terjadi penurunan kunjungan wisatawan asing ke Bali secara umum dan untuk di Kabupaten Karangasem sendiri penurunan kunjungan terjadi hingga lebih dari 30 persen.
Kendati demikian pada momen libur panjang hari raya Nyepi dan Idul Fitri ini memang terjadi kenaikkan jumlah kunjungan wisatawan domestik sebesar 20 persen berdasarkan rata-rata tingkat hunian hotel yang tersebar di sejumlah daya tarik wisata di Karangasem. “Pada periode libur Nyepi dan Lebaran beberapa waktu lalu memang ada peningkatan okupansi hotel sekitar 30 persen, namun beberapa hari setelah lebaran okupansi kembali turun,” sebutnya.
Dikatakannya, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, tahun ini kunjungan wisatawan asing dan domestik di Karangasem merosot jauh. Hal ini disebabkan oleh dampak gejolak politik dan kondisi keamanan global pasca pecahnya perang di timur tengah.
Selain itu lonjakan harga tiket pesawat juga menjadi salah satu faktor utama menurunnya kunjungan wisatawan domestik ke Bali, utamanya ke Kabupaten Karangasem. PHRI Karangasem berharap pemerintah bisa mengambil langkah untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dengan berbagai promosi, termasuk menurunkan harga tiket pesawat saat musil ramai kunjungan atau High Season pada Bulan Juli hingga September 2026 mendatang.