Deputi Menteri Pariwisata Buka NPF | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 28 Oktober 2020
Diposting : 7 December 2017 21:26
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Nusa Penida Festival
MASSAL – Sebanyak 1.500 penari terdiri dari ibu-ibu dan anak sekolah tampak begitu piawai menarikan tari Rejang Dewa saat pembukaan Nusa Penida Festival (NPF), di Pantai Mahagiri, Jungutbatu, Rabu (6/12).

BALI TRIBUNE - Deputi Menteri Pariwisata Putu Ngurah, Rabu (6/12) membuka Nusa Penida Festival (NPF) IV Tahun 2017 ditandai pemukulan gong. Event tahunan ini dilaksanakan selama empat hari, 6-9 Desember 2017 di Pantai Mahagiri, Desa Jungutbatu Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida.

NPF IV benar-benar menjadi event spektakuler jelang akhir tahun 2017, di mana sebelumnya sempat tertunda lama akibat adanya bencana erupsi Gunung Agung. Di ajang NPF 2017 menampilkan beragam kesenian dan lomba tradisional.

Dalam pembukaan kemarin, bersamaan dengan dilaksanakannya upacara Pakelem di Pantai Mahagiri dengan diiringi tari Rejang Dewa yang dibawakan oleh 1.500 penari ibu-ibu, remaja putri dan anak perempuan usia sekolah yang ada di Nusa Penida. Sementara sore harinya  dipentaskan tari sakral Sang Hyang Jaran dan Baleganjur.

Upacara Pakelem dalam pelaksanaan NPF ini sebagai salah satu budaya yang dikenalkan kepada wisatawan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam atau lingkungan berlandaskan konsep Tri Hita Karana, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama (manusia), dan hubungan manusia dengan lingkungan.

Bupati Klungkung Nyoman suwirta menyatakan,  pelaksanaan NPF akhirnya bisa dilaksanakan walaupun sempat tidak ada kepastian karena erupsi Gunung Agung. Bupati Suwirta menyebutkan upacara Pekelem digelar sebagai wujud syukur dan doa ke hadapan Tuhan atas anugerah yang dilimpahkan seperti keindahan alam bawah laut Nusa Penida sebagai daya tarik pariwisata.

Upacara ini juga bermakna menghargai dan menghormati alam sebagai sumber kehidupan dengan konsep Tri Hita Karana. Selain itu upacara ini juga digelar terkait situasi kebencanaan yang terjadi, dengan harapan alam ini tetap seimbang.

Prosesi upacara Pakelem  juga diiringi dengan Tari Rejang Dewa yang ditarikan 1.500 penari dari kalangan ibu-ibu, remaja putri dan anak-anak perempuan usia sekolah yang ada di Nusa Penida.Tarian massal Rejang Dewa ini menjadi pengiring jalannya upacara Pakelem sebagai tarian yang suci yang dipersembahkan dalam menyambut kedatangan para dewa dari khayangan untuk menyelamatkan dunia ini.

Sementara itu Gubernur Bali diwakili Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Yuni Antara menyatakan, di tengah-tengah bencana letusan Gunung Agung yang menyebabkan terpuruknya dunia pariwisata di Bali, malah ada kegiatan yang sangat menarik yang digelar Pemkab Klungkung dengan mengadakan event Nusa Penida Festival 2017. Dirinya berharap dengan gelaran kegiatan ini mampu membangkitkan kembali lesunya pariwisata di Bali.

Perhelatan NPF 2017 juga menampilkan beragam kesenian dan lomba. Setelah upacara seremonial  dengan bersamaan upacara Pakelem serta dibarengi Tari Rejang massal yang diikuti sekitar 1.500 penari dan persembahyang. Di samping itu juga dipentaskan Tari Sang Hyang Jaran,  Baleganjur dan pentas lawak Bali.

Festifal Nusa Penida juga menggelar lomba Gebug Bantal, lomba Gala-gala, lomba memasak ikan, turing Pulau Lembongan, lomba merangkai prani, lomba negul dan ngeles tali bulung, lomba busana adat Bali untuk wisatawan asing dan lawak Bali. Di samping itu juga dilaksanakan gerakan bersih pantai, transplantasi terumbu karang dan penanaman mangrove untuk menjaga ekosistem di perairan Nusa Penida.