Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dituntut 5 Tahun, Eks Dosen Terbirit-birit Meninggalkan Ruang Sidang

Bali Tribune/ DOSEN – Terdakwa, mantan dosen saat berkonsultasi dengan penasihat hukumnya.
balitribune.co.id | Denpasar - I Ketut GD Berata Yasa (55), dituntut pidana penjara selama 5 tahun dan denda 800 juta rupiah subsidair 2 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Mantan dosen di salah satu universitas ternama di Denpasar ini dinilai terbukti bersalah memiliki narkotika jenis sabu seberat 0,18 gram brutto. 
 
"Menuntut, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika," tegas JPU I Nengah Astawa dalam amar tuntutannya.
 
Menanggapi tuntutan JPU ini, terdakwa melalui penasihat hukumnya, Catharine Vania dari PBH Peradi Denpasar meminta majelis hakim yang diketuai Sri Wahyuni Ariningsih, supaya memberi kesempatan kepada pihaknya untuk menyampaikan pembelaan tertulis. "Kami mengajukan pledoi tertulis Yang mulia," kata Vania.
 
Merespon permintaan ini, majelis hakim memberi kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukumnya untuk membacakan pledoi pada sidang, (1/8) mendatang. Seusai sidang, pria paruh baya ini  menutupi wajah dengan tangannya lalu bergegas meninggalkan ruang sidang untuk menghindar dari jepretan kamera awal media. 
 
Asal tahu saja, perkara ini berawal ketika pada tanggal 8 Januari 2019 sekitar pukul 22.00 Wita, terdakwa menelepon seseorang bernama Agus LP untuk memesan satu paket sabu seharga Rp400 ribu. Berselang beberapa jam kemudian, terdakwa ditelepon oleh Agus LP untuk mengambil tempelan sabu yang ditaruh dekat tiang listrik di depan rumah terdakwa, Jalan Imam Bonjol No 33, Banjar Celangi Gendong, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Selatan. 
 
"Setelah menemukan satu buah sepidol warna hitam, terdakwa menaruh atau menyimpannya disaku bagian belakang sebelah kiri celana Jeans yang terdakwa pakai kemudian terdakwa masuk ke dalam rumah," kata  JPU. 
 
Tak berselang lama setelah terdakwa mengambil sabu tersebut, aparat Sat Narkoba Polres langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa. Dari tangan terdakwa, aparat berhasil mengamankan satu buah sepidol warna hitam yang didalamnya terdapat 1 plastik klip berisi sabu seberat 0,18 gram netto.
 
"Petugas bertanya kepada terdakwa, barang apa ini, dari mana anda mendapatkannya dan untuk apa? kemudian terdakwa menjawab," sabu pak, saya beli dari orang yang bernama Agus LP untuk saya pakai," beber JPU menirukan percakapan antara aparat dan terdakwa saat penangkapan. 
 
Selain itu saat dilakukan pengeledahan di kamar terdakwa, ditemukan satu buah alat hisap sabu (bong), satu buah korek api, 1 potong pipet yang ujunnya berbentuk lancip, dan 1 handphone merk Samsung.
wartawan
Valdi S Ginta
Category

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Putusan MA Bukan Soal Kepemilikan

balitribune.co.id | Denpasar - Sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar, kian memanas di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Tim Kuasa Hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menegaskan bahwa putusan perkara perdata hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) tidak dapat dijadikan acuan untuk menentukan pemilik sah atas objek tanah yang kini masuk dalam perkara pidana Nomor 845/Pid.B/2026/PN Dps.

Baca Selengkapnya icon click

New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) hadirkan pilihan warna terbaru pada skutik favorit premium fashionable, New Honda Stylo 160. Penyegaran pada skutik bergaya retro dan powerful ini hadir dengan pilihan warna baru Glam Grey serta Royal Violet yang siap mencuri perhatian saat menjalani mobilitas produktif harian dan bergaya di akhir pekan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Usai Curi Brankas Senilai Rp500 Juta, Pelaku Nekat Bakar Rumah Ipar

balitribune.co.id | Tabanan - Misteri kebakaran rumah di Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Rabu (16/9/2026) lalu akhirnya terungkap. Kebakaran tersebut sengaja dipicu oleh AR (45), pedagang yang juga merupakan adik ipar korban, demi menutupi aksi pencurian brankas senilai Rp500 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.