Dorong ekonomi Kerakyatan, Gubernur Koster: Bali Provinsi Pertama di Indonesia Zero Blank Spot Jaringan Internet | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 27 November 2021
Diposting : 15 October 2021 17:13
RED - Bali Tribune
Bali Tribune / Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Provinsi Bali di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar pada Jumat (15/10).
balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Bali tidak lama lagi akan menuju pulau tanpa area blind spot untuk jaringan internet. “(program, red) Ini sudah masuk rancangan Bappenas Ri dan sudah riil konsepnya. Bali akan jadi provinsi pertama di Indonesia yang zero blank spot,” tandas Gubernur saat menerima audiensi Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Provinsi Bali  di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar pada Jumat (15/10) Sukra Wage Wuku Wariga.
 
Gubernur Koster melanjutkan, bahwa tahun 2022 program tersebut sudah akan  berjalan dengan koordinasi dari Bappenas dan Kementerian Kominfo RI serta pemerintah provinsi. “Sudah diagendakan mulai tahun 2022.  Tahun 2023 saya kira akan semakin ‘top Bali, Jadi Bali era baru ‘banget yang sesuai dengan visi saya yakni Bali Smart Island,” ujar Gubernur asal Sembiran, Kabupaten Buleleng ini. “Dan tentunya semua sektor akan mengalami transformasi digital, mulai dari Kesehatan,  kepariwisataan,  semua akan menuju digitalisasi. Yang pasti Semua wilayah di Bali harus terjangkau jaringan,” kata pria yang juga alumnus ITB Bandung ini. 
 
Dengan dukungan Infrastruktur dan fasilitas, secara spesifik Gubernur Koster yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana mendorong agar masyarakat di pedesaan untuk semakin ’melek’ akan teknologi informasi yang utamanya juga guna menggerakkan ekonomi kerakyatan dipadukan dengan teknologi digital.
 
“Ekonomi kita di Bali banyak yang bersumber di desa, jadi Kita ingin di tingkat desa ekonomi makin bergerak dengan bantuan fasilitas digital. Anak-anak mudanya kita dorong untuk memanfaatkan ini,” ujarnya. “Ini kita polakan dan buatkan sistemnya,” tambahnya lagi. 
 
Kehadiran relawan TIK menurut Gubernur juga bisa berperan besar dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat dalam transformasi digital. “Untuk itu saya berterimakasih dan dukung penuh, relawan bisa membantu memberdayakan masyarakat. Dengan fasilitas dan infrastruktur, dengan masyarakat yang menguasai teknologi informasi, akan hebat Bali ini,” tandas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.
 
“Sebagai langkah nyata juga kita akan segera lakukan MoU dengan perguruan tinggi untuk mengerahkan mahasiswanya lewat KKN tematik di bidang teknologi, agar mahasiswa turut membantu pemberdayaan teknologi kepada masyarakat di desa-desa, di komunitas-komunitas, pedagang pasar dan lainnya,” imbuhnya lagi. 
 
Sementara itu Gede Putu Krisna Juliharta, selaku Ketua Relawan TIK Provinsi Bali, mengaku bersyukur program riil Gubernur Koster sesuai dengan keinginan para relawan untuk terus melaksanakan pemberdayaan Teknologi informasi di masyarakat. “Dengan dukungan bapak Gubernur tentu besar harapan kami gerakan ini bisa lebih masif dan lebih menjangkau masyarakat di desa untuk literasi digital,” katanya.

Hukum & Kriminal

Terpopuler