Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gelar Aksi Sosial di Buleleng, TP PKK Bali Salurkan 3 Ton Beras

Bali Tribune/ Ny.Putri Koster saat serahkan bantuan beras secara simbolis di Buleleng.





balitribune.co.id | Buleleng - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster melakukan aksi sosial di Kabupaten Buleleng, Kamis (4/11/2021). Langkah ini merupakan kelanjutan setelah sebelumnya TP PKK Bali turun ke Kabupaten Jembrana, Klungkung dan Karangasem.

 
Dalam aksi sosial bertajuk menyapa dan berbagi yang dipusatkan di Gedung Pertemuan Laksmi Graha Singaraja itu, Ny. Putri Koster menyalurkan bantuan 3 ton beras kepada 120 penerima yang masing-masing memperoleh 25 kg. Bantuan ini ditujukan kepada lansia, penyandang disabilitas, kader PKK, balita gizi kurang/buruk serta ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK). Selain bantuan beras, pendamping orang nomor satu di Bali ini juga menyerahkan 30 kaleng susu untuk 10 balita gizi buruk.
 
Dalam arahannya, Ny Putri Koster menyampaikan terima kasih atas sinergi semua pihak sehingga kegiatan menyapa dan berbagi ini bisa terselenggara di penghujung tahun dan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Ditambahkan olehnya, kegiatan yang rutin dilaksanakan TP PKK Bali ini bertujuan untuk menyapa dan berbagi dengan masyarakat di tengah situasi pandemi. Bantuan berupa beras ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat menjelang hari raya. "Kita beri bantuan beras karena inilah yang paling dibutuhkan dalam keluarga," ucapnya. 
 

Kalau sudah punya beras, untuk lauknya masyarakat disarankan memanfaatkan lahan pekarangan agar ditanami sayur mayur dan tumbuhan untuk bumbu. "Tanam cabai, sereh, terung, tomat. Itu sudah bisa untuk lauk. Kalau punya uang sedikit, bisa ditambah daging atau ikan," imbuhnya.  

Masih dalam arahannya, perempuan yang memiliki segudang talenta ini juga mengingatkan pentingnya upaya menjaga asupan gizi pada ibu hamil agar tidak melahirkan bayi stunting. Selain itu, ibu hamil juga harus menjaga imunitas agar terhindar dari paparan virus corona yang hingga saat ini belum benar-benar lenyap.
 
Lanjut setelah melahirkan, seorang ibu juga diharapkan memperhatikan asupan makanan anak. "Hindari makanan yang banyak mengandung pengawet, perkenalkan anak-anak dengan makanan alami seperti ubi atau ketela," sarannya. 
 
Dalam kesempatan itu, Ny Putri Koster kembali mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan kendati Pandemi Covid-19 makin melandai. "Ingat, virus masih ada di sekitar kita dan tak tahu kapan akan benar-benar lenyap. Tetap disiplin terapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dan lainnya, " ujarnya. 
 
Sebelum meninggalkan tempat acara, Ny Putri Koster menembangkan Lagu Rajapala dan mengajak hadirin berjoget. Dengan sentuhan keibuan, ia juga menyapa para lansia dan balita serta tak canggung ikut membagikan nasi serta kue kotak.
 

Acara tersebut dihadiri pula oleh Plt Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny Ayu Wardhany Sutjidra dan OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng.

wartawan
HMS
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.