Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

HUT ke-64 Kodam IX/Udayana Digelar Sederhana secara Virtual

Bali Tribune/ SYUKURAN- Peringatan HUT ke-64 Kodam IX/Udayana ditandai dengan pemotongan tumpeng secara serentak.


balitribune.co.id | Denpasar  - Syukuran puncak peringatan HUT ke-64 Kodam IX/Udayana digelar sederhana secara virtual di Aula Udayana Makodam IX/Udayana, Denpasar, Kamis (27/5), yang diikuti seluruh satuan di jajaran, baik di Provinsi Bali, NTB maupun NTT yang ditandai dengan pemotongan tumpeng secara serentak.
 
Acara yang dilakukan secara terpusat dan tersebar serta tetap disiplin berpedoman pada protokol kesehatan (prokes) tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjunta. Dihadiri oleh para pejabat utama Kodam IX/Udayana, Ketua bersama Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) pengurus Daerah (PD) IX/Udayana, juga sejumlah prajurit/PNS Makodam IX/Udayana serta para purnawirawan/sesepuh TNI.
 
Mengawali acara syukuran, Kolonel Caj Har (Purn) I Nyoman Kawan sebagai perwakilan anggota TNI (Kodam IX/Udayana) yang memasuki purnawira menyampaikan kesan dan pesan serta ucapan selamat HUT ke-64 Kodam/Udayana. 
 
Dilanjutkan sambutan Kolonel (Purn) I Ketut Lunca, mewakili Ketua DPD Pepabri Provinsi Bali yang pada intinya menyampaikan, dalam memasuki masa pensiun harus mempersiapkan sekecil apapun dan tidak lupa bahwa sebagai prajurit TNI tentu harus siap menerima tugas dan tanggung jawab, terlebih pada akhir tugas.
 
Sebagai purnawirawan, kelanjutan perjuangan tentu tidak pernah berhenti dimanapun berada. Modal yang dimiliki adalah pengabdian dan kalau mengabdi dengan jujur dan tulus ikhlas, pasti akan mendapatkan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa.
 
"Untuk itu, bagi para purnawira mari kita bersama-sama bergabung di Pepabri untuk melanjutkan perjuangan kita seperti, membantu tugas-tugas TNI, misalnya tugas teritorial di daerah/kampung. Selain itu juga, kita sebagai manusia selalu butuh berkomunikasi," katanya.
 
Selanjutnya, Pangdam menyampaikan pertama, poin dari ulang tahun tersebut adalah mengingatkan semuanya untuk selalu bersyukur. Saat ini kita masih bisa melaksanakan tugas, sehat, dan bercengkrama dengan teman-teman dan lain sebagainya. Jadi rasa syukur dari pribadi masing-masing itu harus diungkapkan, sehingga kita termotivasi lagi dalam bekerja," harap Pangdam.
 
Yang kedua katanya, ulang tahun ini mengingatkan kembali bahwa waktu itu terus berjalan dan untuk mengevaluasi sejauh mana yang sudah kita kerjakan. "Jadi dua hal ini yang selalu mengingatkan saya pada saat kegiatan-kegiatan merayakan ulang tahun yaitu, antara bersyukur dan mengevaluasi apa yang sudah kita kerjakan. Saya yakin, khususnya di TNI beserta keluarga, banyak hal yang sudah kita abdikan dan kerjakan," jelas Pangdam, seraya menegaskan, semuanya harus sehat, senang seperti para senior yang sudah berjuang sejak jaman perjuangan maupun yang sudah pensiun.
 
Khususnya kepada yang memasuki/sudah purnawira di TNI, selamat menikmati dan bisa bergabung dengan Pepabri dan komunikasi. "Saya yakin Indonesia ini negara yang luar biasa kekeluargaannya, dimana sebagian besar bisa menikmati masanya ataupun menikmati hidupnya dengan sebaik-baiknya," tutur Pangdam.
 
Puncak peringatan HUT ke-64 Kodam IX/Udayana kali ini bertemakan “Kodam IX/Udayana Bersama Komponen Bangsa Lainnya Siap Mewujudkan Wilayah Bali Nusra Aman, Damai, dan Sejahtera”, juga diselingi dengan acara penganugerahan Bintang LVRI dan penyerahan piagam penghargaan oleh Pangdam IX/Udayana kepada Ketua DPD LVRI Bali I Gusti Bagus Saputra, SH, dan penghargaan kepada prajurit/PNS berprestasi, Ibu Persit berprestasi serta Koramil unggulan. 
wartawan
Djoko Moeljono
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.