Jembatan Kebon - Lenganan Ambrol Lagi | Bali Tribune
Diposting : 27 September 2016 16:25
Arta Jingga - Bali Tribune
jembatan
AMBROL - Jembatan penghubung Desa Bajera dengan Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg, Tabanan ambrol lagi akibat guyuran hujan Minggu malam (25/9).

Tabanan, Bali Tribune

Lagi-lagi jembatan penghubung Desa Bajera dengan Desa Bajera Utara yang terletak di Banjar Kebon, Desa Bajera, dengan Banjar Lenganan, Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg, Tabanan yang masih dalam tahap perbaikan, ambrol akibat guyuran hujan Minggu malam (25/9). Sebelumnya jembatan tersebut juga ambrol pada Senin lalu (19/9) sehingga box culvert yang baru saja dipasang oleh pekerja tergeser.

Menurut sumber di lapangan, jembatan tersebut kembali ambrol pada Minggu malam (25/9) sekitar pukul 22.00. Sebelumnya hujan deras terus mengguyur wilayah Tabanan sehingga membuat arus sungai Kunduh yang ada di bawah jembatan sangat deras. Arus sungai yang deras itulah membuat box culvert yang dipasang pekerja kembali tergeser dan jalanan pun terputus, diduga pengerjaan proyek tidak maksimal. “Arus sungai memang sangat deras karena hujan, sampai akhirnya box culvert yang baru dipasang tersebut ambrol dan jalan terputus,” ujar seorang warga.

Padahal menurut sumber, box culvert tersebut baru saja selesai dipasang sekitar empat hari yang lalu setelah sebelumnya jembatan juga ambrol akibat hujan deras. “Setelah ambrol hari Senin yang lalu, box culvert kemudian dipasang lagi oleh pekerja, lalu sekarang ambrol lagi dan tidak bisa dilalui sama sekali,” ucapnya.

Proyek perbaikan jembatan tersebut dimulai sekitar hari Kamis (15/9), sebelumnya jembatan tersebut selalu berlangganan banjir ketika hujan tiba. Pasalnya air sungai naik ke jembatan karena gorong-gorong yang ada di bawah jembatan terlalu kecil sehingga banyak sampah yang tersumbat dan air sungai pun meluap. “Sebelum ada perbaikan jembatan ini selalu terendam banjir hingga warga tidak bisa melintas. Bagian barat jembatan juga tergerus sampai akhirnya sekarang ada perbaikan, tapi malah rusaknya lebih parah,” lanjutnya.

Perbekel Desa Bajera Utara I Wayan Sukanata menjelaskan, jembatan saat ini sama sekali tidak bisa dilalui oleh warga sehingga warga harus menggunakan jalan alternatif lain. Warga Desa Bajera Utara, Desa Manikyang, Desa Pupuan Sawah, Desa Wanagiri, dan Desa Wanagiri Kauh bisa melewati Banjar Singin, Desa Selemadeg dengan jarak mencapai 10 kilometer. “Jadi sekarang akses jalan benar-benar terputus dan warga harus menggunakan jalan alternatif yang memutar,” ujarnya Senin (26/9).

Atas hal tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU, namun dirinya tidak tahu pasti apa langkah yang akan dilakukan selanjutnya. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PU, tetapi apa langkah selanjutnya kami belum tahu,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Anom Anthara mengatakan, karena jembatan tersebut masih dalam tahap perbaikan maka akan diperbaiki kembali oleh rekanan. “Jembatan itu masih tahap perbaikan, jadi akan diperbaiki kembali oleh rekanan,” ujarnya.

Dia menambahkan jika dana perbaikan jembatan tersebut bersumber dari anggaran Induk pada APBD 2016. “Untuk besarannya saya kurang ingat, itu ada para kontrak di Kantor,” tandasnya.