Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kapten Mudita Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Bali Tribune / Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Kapten Anak Agung Gede Anom Mudita pada Selasa (26/3) bertempat di Gedung Pertemuan Bukthi Mukti Bakti Kantor Bupati Bangli. 

balitribune.co.id | Bangli -  Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar menghadiri sekaligus membuka acara Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Kapten Anak Agung Gede Anom Mudita atau Kaptrn Mudita yang diisi oleh Narasumber Prof.DR. Anak Agung Bagus Wirawan, S.U. dari Universitas Udayana, dan I Gusti Bagus Saputra, SH sekaligus sebagai Ketua DPD LVRI Provinsi Bali pada Selasa (26/3) bertempat di Gedung Pertemuan Bukthi Mukti Bakti Kantor Bupati Bangli. 

Sejarah perjuangan Kemerdekaan telah mencatat seorang Ksatria dari Puri Agung Bangli yang sudah diakui oleh masyarakat Bali sebagai patriot sejati. Sepak terjang Kapten Mudita dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia telah terbukti ditakuti oleh musuh. Mendengar kedatangan Tentara Sekutu yang menggandeng tentara NICA (Netherland-Indies Civil Administration) ingin kembali menguasai Indonesia membuat Kaptrn Mudita sembuh dari penyakit yang sempat dideritanya dan bangkit membangun kekuatan dengan gagah berani berjuang demi tegaknya Ibu Pertiwi dari cengkraman penjajah dengan hadir terdepan di medan tempur memimpin perjuangan para pemuda dan pejuang.

Dalam perang tersebut bahkan Kapten Mudita mendapat mandat untuk mengkordinir perjuangan di Wilayah Bali Timur yang meliputi Bangli, Gianyar, Klungkung dan Karangasem. Keberadaan para pejuang dibawah kepemimpinan Kapten Anak Agung Gede Anom Mudita beberapa kali telah berhasil mengacaukan pasukan musuh yang membuat mereka marah sehingga dengan kekuatan penuh mengurung dan menyerbu ke markas-markas pejuang. Dan selanjutnya dalam pertempuran yang terjadi di Desa Penglipuran melawan tentara NICA Anak Agung Gede Anom Mudita gugur pada tanggal 20 November 1947 dan dengan lantang memekikkan kalimat "Merdeka Seratus Persen" yang menjadi pekik pembakar semangat untuk menggelorakan perjuangan.

Dari kegigihan dan semangat patriotisme Kapten Mudita yang pantang menyerah sehingga setiap tanggal 20 November pemerintah dan masyarakat Bangli memperingati sebagai Hari Gugurnya Kapten Anak Agung Gede Anom Mudita. Hal ini bertujuan untuk mengenang jasa-jasa perjuangan Beliau, meneladani serta menanamkan nilai-nilai semangat juang pantang menyerah bersatu padu membangun Bangli yang maju dan berintegritas seperti yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Kabupaten Bangli sebagai implementasi dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Kabupaten Bangli melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bangli Era Baru.

Dalam sambutannya, I Wayan Diar mengatakan, Seminar Nasional ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat tentang nilai-nilai adiluhung yang diwariskan serta memperkaya khasanah sejarah perjuangan daerah khususnya dan nasional pada umumnya. Saya pribadi selaku Wakil Bupati Bangli mendukung pengusulan penuh Gelar Pahlawan Nasional Kapten Anak Agung Gede Anom Mudita. Dan semoga atas dukungan semua pihak apa yang menjadi tujuan kita bersama yaitu pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Kapten Anak Agung Gede Anom Mudita dapat terwujud.

Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi yang diwakili oleh Ketua Tim Museum dan Galeri Drs. Pustanto, M.M yang hadir melalui daring mengatakan “Anak Agung Gede Anom Mudita atau Kapten Mudita merupakan tokoh terdidik yang tercerahkan. Dimana dengan beragam pendidikan yang dimiliki olehnya, menjadikannya piawai dalam memimpin perjuangan dan memobilisasi masyarakat untuk berjuang bersama. Kecakapan Kapten Mudita yang sangat komplit ini menjadi dasar pengangkatannya sebagai pemimpin Badan Keamanan Rakyat dan Tentara Keamanan Rakyat yang mengkoordinasi perang Gerilya untuk wilayah Bali Timur, yang mencangkup Bangli, Gianyar, Klungkung dan Karangasem. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang Pahlawan, namun belum tentu setiap orang dapat melakukan tindakan serta memiliki jiwa kepahlawanan.

Perlu diingat bahwasannya Pahlawan sejati tidak akan pernah meminta, akan tetapi justru selalu memberi. Maka dari itu Gelar Kepahlawanan tidak pernah diminta oleh yang bersangkutan melainkan diberikan oleh orang lain. Sejak Tahun 2009 Pemerintah telah mengatur regulasi resmi mengenai pahlawan melalui UU No 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan. UU ini mengatur gelar kepahlawanan secara formal termasuk gelar Pahlawan Nasional. Yang dimaksud Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia, atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan atau wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal demi membela Bangsa dan Negara atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau meng up prestasi maupun karya luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan Bangsa dan Negara Republik Indonesia.

Di musium dan cagar budaya utamanya musium merupakan lembaga yang dapat menjadi jembatan antar generasi. Musium menyampaikan narasi dan koleksi kepada masyarakat yang berkunjung, sementara masyarakat yang akan bereaksi untuk kemudian melakukan aksi positif yang terinspirasi dari kiprah yang dilakukan oleh sang tokoh. Musium beserta pemangku kebijakan haruslah mulai berfikir untuk menghidupkan nilai-nilai yang diwariskan sang tokoh dalam konteks zaman pada saat ini. Oleh karena itu untuk menghidupkan potret kehidupan serta manfaat dari tokoh-tokoh yang berperan dalam pembentukan Negara dan Bangsa sepatutnya tetap dijaga dan dihidupkan kembali hingga melintasi zaman sekarang ini. Kapten Mudita telah mengorbankan harta dan nyawanya untuk mempertahankan Bangsa Indonesia sehingga sudah selayaknya dikukuhkan sebagai Pahlawan Bangsa.

‘Kami mendukung usaha dari Pemerintah Kabupaten Bangli, Provinsi Bali untuk mengusulkan Anak Agung Gede Anom Mudita menjadi Pahlawan Nasional sehingga nilai-nilai perjuangan beliau bisa dipraktekkan, dipahami dan diteladani oleh generasi muda didalam kehidupan berbangsa dan bernegara,’ ujarnya.


Turut hadir dalam acara tersebut Forkopimda Kabupaten Bangli, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli, Ketua GOW Kabupaten Bangli, Ketua Yayasan Kebaktian Proklamasi Provinsi Bali, Ketua Stispol Wira Bhakti, Rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Kepala Perangkat Daerah terkait, para Kepala Bagian, Camat Bangli, Kepala BPD Cabang Bangli, Para Pimpinan BUMD Kabupaten Bangli, Ketua DPC LVRI Kabupaten/Kota se- Bali, Ketua IKPB Provinsi Bali, Ketua DPD serta DPC PPM se- Bali, Ketua DPP serta DPD AGSI se- Indonesia, Para Tokoh Puri beserta ahli waris dan Peserta seminar dan undangan lain.

wartawan
RED
Category

DPRD Tabanan Pertanyakan RDTR Baru Tuntas di 3 Kecamatan

balitribune.co.id I Tabanan -  Jajaran DPRD Tabanan mempertanyakan lambannya proses penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sembilan kecamatan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan RTRW.

Pasalnya, hingga saat ini dokumen tata ruang yang tuntas baru mencakup tiga kecamatan, sementara sisanya dinilai mandeg tanpa kejelasan pasti. Tiga wilayah yang sudah memiliki RDTR tersebut meliputi Kecamatan Kediri, Tabanan, dan Selemadeg Barat.

Baca Selengkapnya icon click

KMP Nusa Jaya Abadi Tak Beroperasi, Kendaraan Tujuan Nusa Penida Antre Hingga 2 Hari

balitribune.co.id I Amlapura - Tidak beroperasinya kapal KMP. Nusa Jaya Abadi atau Kapal Roro berdampak pada aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem. Puluhan kendaraan truk, Pick Up dan kendaraan pribadi harus antre lebih dari dua hari di Pelabuhan Padang Bai, untuk bisa  menyeberang ke Nusa Penida, karena rute penyeberangan Padang Bai-Nusa Penida saat ini hanya dilayani oleh satu kapal yakni Kapal LCT.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ombak Terbaik dan Menantang, Pantai Medewi Jadi Magnet Surfing Dunia

balitribune.co.id | Negara - Deru ombak Samudra Hindia bergulung teratur menghantam pesisir barat Pulau Dewata. Di bawah terik surya, gemuruh air laut berpadu dengan sorak-sorai penonton yang memadati Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan pada Minggu (9/8/2026). Ratusan peselancar dari berbagai penjuru nusantara berkompetisi menaklukan ombak terbaik dan menantang.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Badung Minta Pejuang Dialisis Tetap Semangat Jalani Pengobatan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meminta pasien yang menjalani terapi dialisis untuk tetap semangat dan tidak berputus asa. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Sarasehan Pejuang Dialisis yang digelar RSD Mangusada di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (9/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Start dari Celukan Bawang, 19 Regu Tantang Rute 45 Km Gerak Jalan HUT RI ke-81

balitribune.co.id I Singaraja - Sebanyak 19 regu mengikuti Lomba Gerak Jalan 45 Kilometer Tingkat Dewasa Putra yang digelar Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lomba resmi dimulai dari Lapangan Sepak Bola Desa Celukan Bawang, Sabtu (8/8/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click

Jaga Harga dan Pasokan, 1.150 Ton Beras Digelontor ke Ritel Modern

balitribune.co.id I Denpasar - Masyarakat Bali tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras dalam beberapa bulan ke depan. Perum BULOG Kantor Wilayah Bali memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih dalam kondisi aman, bahkan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 10 bulan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.