Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lagi, Pencabulan Anak Bawah Umur di Klungkung "Pelakunya Pamannya Sendiri"

pemerkosaan
Tim P2TP2A Klungkung dipimpin Cok Istri Raka saat mendatangi Polres Klungkung.

Semarapura, Bali Tribune

Satu lagi kasus pencabulan terjadi di Klungkung. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Klungkung, Cok Istri Raka, Rabu (15/6) menyebut pencabulan terbaru menimpa siswi Kelas VI SD berinisial YY (12) di Apet, Selat, yang dilakukan pamannya sendiri berinisial Nengah S (37).

Cok Istri Raka bersama sekretarisnya, AA Ratnadri dan dua anggotanya sempat  menggeruduk Mapolres Klungkung untuk mengusut tuntas kasus yang terjadi pada Oktober 2015 lalu itu. ”Kami baru melaporkannya pada dua minggu lalu setelah kami yakinkan korban dan keluarganya,” ujarnya.

Cok Istri mengatakan, sejauh ini korban YY sangat trauma dengan kejadian itu. ”Justru korban itu ketakutan karena selama ini diolok-olok sama temannya di sekolah dan warga di sana,” ujar Cok. Dari informasi di masyarakat itulah, pihaknya turun ke rumah korban di Apet.

Dia mengungkapkan, YY “digarap” pamannya sendiri sebanyak tiga kali. Pertama di sebuah ladang perkebunan di wilayah Selat,di mana saat itu korban sedang mencari rumput untuk makanan sapi peliharaan orangtuanya. Kemudian, dua kali digarap dekat kandang sapi. Kepolisian juga telah menyarankan korban untuk divisum. ”Hasil visum belum keluar, kok bisa lama sekali,” jelasnya rada bertanya.

Dia sendiri berharap polisi bisa segera menangkap pelaku yang juga paman korban. ”Pada saat kami ke sana, pamannya ini (pelaku, red) ternyata menantang mana polisinya?,” ujar Cok menirukan pernyataan Nengah S.

Cok Istri Raka menilai pelaku sudah keterlaluan sekali berkata seperti itu. Selain itu, sambung Cok Raka, pelaku juga sering  bertingkah aneh dan cenderung tidak bermoral. Pasalnya, ibunda YY juga sempat dirayu untuk diajak indehoi. ”Waktu itu pelaku merayu saat di kebun,” tandasnya.

Akibat pencabulan yang dilakukan Nengah S, korban yang tahun ajaran mendatang duduk di bangku kelas VI SD itu sempat ingin putus sekolah. ”Kami akan cari guru dan kepala sekolahnya, kami sarankan jangan di bully anak ini. Mari sama-sama mengobatinya,” jelasnya.

Rencananya YY akan dikonseling untuk menghilangkan trauma atas peristiwa yang dialaminya.   Dia menjelaskan, kasus itu terjadi sembilan bulan lalu. Dan mulai dilaporkan oleh P2TP2A Klungkung dua pekan lalu. ”Baru lapor karena korban ketakutan, tidak berani. Korban diancam diam kamu,” ujar Cok Istri  Raka  menirukan ancaman pelaku.

Di bagian lain, Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Wiastu Andri, mengaku masih menantikan hasil visum. ”Kami juga mencari barang bukti terkait, misalnya cairannya pelaku ini ada di barangnya (seperti pakaian, red) korban, itu saja kami akan ambil pelakunya,” tegas AKP Wiastu Andrey tegas.

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Grab Dorong Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat dan Rompi Khusus Mitra Tuli

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui rangkaian kegiatan bersama Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Ada BAP Palsu

balitribune.co.id | Denpasar – Babak baru persidangan sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, mengungkap sejumlah fakta di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (24/9/2026). Tim kuasa hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menilai kasus yang menimpa kliennya merupakan bentuk kriminalisasi yang diwarnai dugaan rekayasa dokumen dan BAP palsu.

Baca Selengkapnya icon click

Keluarga Berintegritas, Rumahku Surgaku

balitribune.co.id | Keluarga berintegritas tengah menjadi impian besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di dalam upaya mereka memberantas korupsi di tanah air. KPK beranggapan bahwa nilai-nilai antikorupsi perlu tumbuh dan dipraktikkan mulai dari keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat di mana seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.