Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lestarikan Tanaman Langka

Kadek Sudarmaja

TANAMAN langka perlu dilestarikan oleh pemerintah Kabupaten Badung. Salah satunya adalah dengan menanam tanaman langka sebagai perindang atau tanaman hias di komplek-komplek tanam milik Pemkab Badung. “Kami mendorong pemerintah menanam lebih banyak tanaman langka di taman-taman milik Pemkab Badung,” kata anggota DPRD Badung I Kadek Sudarmaja, Rabu (13/4).

Menurutnya pelestarian tanaman langka asli Bali ini sangat penting untuk dilestarikan. Sebab, hutan dan tegalan yang semakin terhimpit mengancam tanaman lokal Bali ini punah. “Terutama tanaman yang dipakai untuk keperluan upakara harus diperbanyak. Sehingga masyarakat mudah mencarinya,” tegasnya.

Selain itu, pohon buah lokal Bali yang sudah sangat jarang ditemui juga cocok dijadikan perindang di taman-taman pemerintah. Ia mencontohkan seperti pohom sentul, pohon badung, pohon Kem dan sebagainya yang saat ini kian sulit diperoleh. “Ini kan di Badung, jadi pohon Badung mestinya banyak. Karena pohon ini bisa jadi ciri khas daerah,” terang politisi Gerindra ini. 

wartawan
I Made Darna

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.