Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Low Season Okupansi Hotel Andalkan Turis Repeater

AKTIFITAS - Sejumlah wisatawan melakukan aktivitas di dalam hotel

BALI TRIBUNE - Pasca libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru), okupansi hotel di Badung terutama di Legian masih diisi oleh wisatawan asing. General Manager The Jayakarta Bali Beach Resort Residence & Spa, Agus Tabah Wiradhana mengatakan, usai momen libur Nataru okupansi di hotel tersebut cukup baik yakni berkisar 80% lebih.  Pasalnya saat ini, wisatawan asing khususnya Australia memberi kontribusi peningkatan okupansi pasca libur akhir tahun. Meski biasanya, setelah momen liburan okupansi hotel pun mengalami penurunan. Namun hal ini tidak tampak disejumlah hotel yang memiliki pangsa pasar Australia.  Mengingat Bali merupakan salah satu destinasi favorit bagi warga Negeri Kangguru itu. Karakteristik wisatawan Australia yang berlibur di Bali dalam jangka waktu cukup panjang hingga berminggu-minggu ini membuat okupansi hotel-hotel market Australia masih tetap bertahan. Apalagi turis repeater (wisatawan yang datang berulang kali) dari Australia itu lumayan banyak.  "Sekarang hotel kami diisi oleh repeater dari Australia cukup banyak. Angka repetear kita cukup tinggi sampai 15 persen dari total tamu kita. Kebanyakan mereka sudah datang lebih dari 5 kali, malah ada sampai 25 kali," ungkap Wiradhana di hotel setempat Kuta, Badung, Rabu (9/1). Dia menyebutkan bahwa pada Desember 2018 lalu dimana saat puncak musim liburan di Bali, okupansi hotel rata-rata 70%. Naiknya okupansi pasca libur Nataru dipengaruhi oleh kedatangan wisatawan repeater dari Australia.  Lebih lanjut Wiradhana mengatakan ditanya terkait pemesanan kamar hotel melalui online atau situs online travel agency (OTA) sekarang ini perkembangannya cukup bagus. Sebab kata dia dengan adanya era digital, maka orang lebih banyak menggunakan sistem online. "Jumlah tamu yang dihasilkan dari online itu sebesar 42 persen di tahun 2018, tentunya angka yang cukup tinggi buat kita. Kalau kita bandingkan dengan offline, masih lebih tinggi dibandingkan online karena memang pangsa Australia cukup tinggi. Dimana agent-agent di Australia masih ada yang menggunakan jalur offline," paparnya.  Sementara itu hotel yang berada di kawasan Tuban seperti disampaikan General Manager Hotel Sovereign Bali, I Made Ramia Adnyana bahwa okupansi saat ini sekitar 65%. "Memang ada penurunan setelah Natal dan Tahun Baru. Malah ada beberapa hotel yang okupansinya dibawah 50% seperti di Tuban, Seminyak dan Nusa Dua," bebernya.  Ramia yang juga Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) menyatakan trennya setelah tanggal 5 Januari pariwisata Bali memasuki low season/musim sepi kunjungan hingga 31 Maret. Guna tetap mengisi hunian kamar, saat ini pelaku hotel melakukan promo untuk mengisi tingkat hunian yang rendah. "Peningkatan terjadi pada saat periode Imlek (Chinese New Year).

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Melakukan Penyesatan Proses Peradilan, 12 Advokat PH Made Daging Dipolisikan

balitribune.co.id | Denpasar - Sebanyak 12 advokat tim Penasehat Hukum (PH) eks Kepala Kanwil Pertanahan Provinsi Bali, I Made Daging dilaporkan ke Mapolda Bali atas dugaan Tindak Pidana Penyesatan Proses Peradilan dan/atau Tindak Pidana Sumpah Palsu dan/atau Tindak Pidana Pemalsuan Surat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278 dan/atau Pasal 291 dan/atau Pasal 391 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

3.197 Penumpang Gagal Terbang ke Timur Tengah, Imigrasi Layani Izin Tinggal Keadaan Terpaksa

balitribune.co.id I Kuta - Sebanyak 15 penerbangan rute internasional (8 keberangkatan dan 7 kedatangan) mengalami pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, hingga Senin, 2 Maret 2026. Pembatalan ini dampak dari  penutupan ruang udara di sejumlah negara di Timur Tengah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.